ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Okt 2021 13:23 WIB

BPOM Setujui Vaksin Anhui Zifivax 3 Dosis, Efikasi 81,7 Persen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Vaksin Zifivax akhirnya mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) dengan efikasi 81,7 persen. Vaksin yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China ini juga diuji klinis di Bandung, hasil penelitian menunjukkan vaksin Zifivax yang diberikan dengan tiga dosis terbukti efektif.

Berbeda dengan jenis vaksin COVID-19 lainnya, teknologi vaksin Zifivax berbasis protein sub unit rekombinan. Disebut lebih aman bagi pasien immunocompromised.

"Satu lagi vaksin yang disetujui BPOM dengan nama dagang vaksin Zifivax, vaksin yang dikembangkan Anhui dan dikembangkan di Indonesia bekerja sama dengan PT Jbio, dengan platform rekombinan sub unit," jelas Penny Kepala BPOM, dalam siaran pers Kamis (7/10/2021)

"Keamanan berdasarkan uji fase 1, 2, 3 pemberian vaksin dapat ditoleransi. Efeknya yang paling sering terjadi nyeri pada tempat suntikan, sistemik sakit kepala, demam," sambung dia.

Efikasinya dari seluruh multicenter mencapai 81,7 persen yang dihitung mulai 7 hari setelah mendapatkan vaksin Zifivax, diberikan tiga kali suntikan dengan interval satu bulan. Vaksin Zifivax juga disebut sudah memenuhi aspek kehalalan. Vaksin Zifivax disebut Penny juga memiliki potensi untuk vaksinasi booster.

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT