Rabu, 06 Okt 2021 14:33 WIB

Diamuk Corona, Singapura Gercep Amankan Molnupiravir

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. Foto: Getty Images
Jakarta -

Perusahaan farmasi Merck & Co (MSD) menyebut sudah menandatangani perjanjian dengan Singapura untuk menyediakan molnupiravir. Saat ini obat tersebut sedang dievaluasi dalam dua uji klinis fase 3.

Satu studi tengah mengevaluasi obat untuk pasien yang tidak dirawat di rumah sakit karena COVID-19, dan memiliki satu faktor risiko penyakit. Sementara studi lain mengevaluasi molnupiravir untuk pengobatan setelah pasien terpapar virus.

Selain disebut dapat mengurangi risiko rawat inap, atau kematian, hingga 50 persen untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan-sedang, molnupiravir juga diklaim efektif dalam melawan varian baru Corona.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Singapura akan mendapat akses untuk molnupiravir setelah 'peraturannya' selesai.

"Kesepakatan ini adalah salah satu contoh strategi manajemen pandemi di Singapura dan komitmen pemerintah untuk berinvestasi dalam obat-obatan yang inovatif untuk memerangi pandemi," kata Ms Pang Lai li, direktur pelaksana MSD di Singapura dan Malaysia, dikutip dari Channel News Asia.

Terkait hal ini, dokter spesialis penyakit menular di Mount Elizabeth Novena Hospital Rophi Clinic, Dr Leong Hoe Nam, mengatakan kehadiran molnupiravir dapat mengubah cara perawatan dini pasien COVID-19 dengan gejala ringan-sedang.

Pasalnya, kata Leong, molnupiravir dapat mencegah pasien COVID-19 mengalami pemburukan penyakit, terutama pada pasien dengan komorbid.

"Kami dapat mempersenjatai dokter di garis terdepan dengan obat-obatan oral yang dapat membuat perbedaan pada titik diagnosis," ucap Leong.

"Ini dapat mengalihkan perawatan dari rumah sakit ke dokter umum dan poliklinik karena Singapura berporos menuju kehidupan endemik dengan COVID-19," sambungnya.

Seperti diketahui, saat ini Singapura tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19. Dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasusnya mencapai 2.000 kasus per hari.



Simak Video "Ketentuan FDA Terkait Penggunaan Molnupiravir untuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)