Selasa, 05 Okt 2021 11:00 WIB

Apa Itu Bloomberg Philantropies, Lembaga AS yang Disurati Anies Terkait Rokok?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Geger surat Anies Baswedan ke pendiri Bloomberg Philantropies, Michael R Bloomberg. Dalam narasi yang beredar, surat ini dikaitkan dengan cara Anies 'minta jatah' kampanye antirokok.

Surat tertanggal 4 Juli 2019 ini, Anies menuliskan situasi konsumsi rokok di Jakarta yang tinggi. Surat yang viral itu juga menyinggung Indonesia yang menempati posisi ke-3 konsumsi rokok terbanyak di dunia.

Bloomberg Philanthropies adalah organisasi filantropi yang mengelola dana dari Bloomberg yang memfokuskan sumber dayanya pada lingkungan, kesehatan masyarakat, seni, inovasi pemerintah, dan pendidikan.

Terkait kesehatan sendiri, salah satu fokus program kesehatan masyarakat Bloomberg Philanthropies adalah pengurangan penggunaan tembakau melalui strategi pengendalian tembakau, dan membuat peta jalan memberantas polio. Pada Maret 2012, yayasan ini menyumbangkan USD 220 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun untuk memerangi penggunaan tembakau selama periode empat tahun.

Mengikuti komitmen baru pada Desember 2016, Bloomberg Philanthropies mencapai total US$ 1 miliar dalam kampanyenya untuk mengurangi penggunaan tembakau, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Inisiatif Bloomberg untuk Mengurangi Penggunaan Tembakau membantu kota dan negara menerapkan langkah-langkah yang terbukti mengurangi penggunaan dan melindungi orang dari bahaya, termasuk tempat umum bebas asap rokok, pelarangan iklan tembakau, peningkatan pajak produk tembakau, mewajibkan peringatan grafis pada kemasan rokok, dan kampanye kesadaran publik media massa.

Saat ini, inisiatif tersebut menjangkau lebih dari 110 negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk China dan India, yang bersama-sama menyumbang hampir 40 persen perokok di dunia.

Yayasan ini juga berfokus mengendalikan konsumsi vape atau rokok elektrik di seluruh dunia, terutama paparannya kepada anak dan remaja. Dalam keterangannya, mereka menyebut perusahaan rokok elektrik telah mempromosikan klaim kesehatan yang tidak berdasar tentang produk mereka sebagai lebih sehat daripada rokok tradisional, padahal sebenarnya rokok elektrik berbahaya bagi anak-anak karena dampak nikotin pada otak mereka yang sedang berkembang.

Selain itu, Program Kesehatan Masyarakat dari yayasan ini telah meluncurkan upaya besar untuk menghadapi pandemi COVID-19, termasuk memutar sejumlah inisiatif yang ada untuk mengatasi krisis.



Simak Video "Sejumlah Penyakit Berbahaya yang Mengintai Para Perokok"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)