Rabu, 06 Okt 2021 10:22 WIB

Awas! 9 Ribu Warga 'Daftar Hitam' PeduliLindungi Masih Nekat Masuk Mal-Toko

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Mal Kota Kasablanka buka untuk umum Salah satu mal di Jakarta. (Foto ilustrasi: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku heran masih banyak warga di Indonesia yang nekat masuk mal, toko, hingga perkantoran meski statusnya terkonfirmasi positif COVID-19 di PeduliLindungi. Hal ini menjadi catatan pemerintah untuk kemudian bisa memperbaiki strategi skrining tersebut.

"Dan ini sudah kita monitor dengan bantuan IT, jadi kita lihat untuk setiap aktivitas, di 6 aktivitas, berapa sih yang hitam (positif COVID-19)," jelas Menkes Budi dalam seminar online, Rabu (6/10/2021).

"Kita kaget juga ternyata masih ada orang yang sakit masih nyelonong-nyelonong masuk mal masuk toko, masih masuk kerja, pabrik, industri perdagangan, itu yang kemudian nanti bisa kita perbaiki," jelasnya.

Berdasarkan catatan Kemenkes RI per 5 Oktober 2021, ada 9.865 status hitam yang masih bebas beraktivitas di mal, toko, hingga perkantoran. Orang yang teridentifikasi positif COVID-19 paling banyak mengunjungi mal, tercatat sebanyak 6.380 orang.

Disusul industri perdagangan atau pabrik sebanyak 1.068 orang. Sementara di sekolah, ditemukan 7 kasus.

Di antara mereka, adapula yang memasuki bioskop, yaitu 253 orang. Sementara di rumah makan dan restoran sebanyak 257 orang.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)