Rabu, 06 Okt 2021 13:07 WIB

UPDATED

Lembaga AS Proyeksikan 78 Juta Warga RI Sudah Terpapar COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Lembaga penelitian kesehatan global independen asal Washington University, Amerika Serikat, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memperkirakan 29 persen warga di Indonesia sudah terpapar COVID-19. Diperkirakan, berdasarkan data Administrasi Kependudukan per Juni 2021, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 272.229.372, dikutip dari laman resmi Dukcapil Kemendagri.

Artinya, ada 78,9 juta warga yang diperkirakan sudah terpapar COVID-19.

Laporan per 1 Oktober juga menyoroti kasus baru, rawat inap, hingga kematian yang terus menurun di Indonesia.

"Namun, situasinya tetap rapuh karena cakupan vaksinasi yang rendah dan persentase populasi yang besar berisiko (rentan). Penggunaan masker tetap wajib untuk membantu mengendalikan penyebaran," tulis laporan IHME.

Mereka juga menyebut 1 Januari mendatang, akan ada 36 persen warga yang kebal pada COVID-19 varian Delta. Maka dari itu, kemungkinan lonjakan kasus masih amat mungkin terjadi.

Catatan IHME menunjukkan pentingnya meningkatkan cakupan vaksinasi, mengurangi jumlah pertemuan, dan mengurangi mobilitas dan menjalani protokol kesehatan.

"Bagian penting dalam mengelola epidemi adalah meningkatkan deteksi kasus untuk dapat merespons lebih cepat ketika kasus mulai meningkat dan menerapkan pencegahan yang efektif," ungkap para peneliti.

IHME juga menganalisis perkiraan kematian harian berlebih karena COVID-19 sepekan terakhir 2,7 kali lebih besar dari jumlah kematian yang dilaporkan. Angka kematian COVID-19 yang dilaporkan harian kurang dari 4 per sejuta.

Meski begitu, kelebihan kematian akibat COVID-19 dalam seminggu terakhir turun menjadi rata-rata 370 per hari dibandingkan dengan 550 minggu sebelumnya. "Ini menjadikan COVID-19 penyebab nomor 3 kematian di Indonesia minggu ini," jelas IHME.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)