Rabu, 06 Okt 2021 09:18 WIB

RI Diprediksi Tak Mungkin Nol Kasus COVID-19 hingga 5 Tahun ke Depan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia terus menurun, bahkan rata-rata mencatat penambahan infeksi harian dalam sepekan terakhir di angka seribu kasus. Penurunan signifikan terjadi pasca puncak COVID-19 15 Juli saat menyumbang lebih dari 50 ribu kasus positif, kini turun hingga melampaui 90 persen.

Selain itu, angka kesembuhan juga terus meningkat, di DKI Jakarta bahkan sudah mencapai 98 persen. Mungkinkah Indonesia segera mencatat nol kasus Corona atau nol kasus kematian?

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai nol kasus baru hingga nol kasus kematian tak mungkin terjadi selama lima tahun ke depan. Pasalnya, cakupan vaksinasi juga belum mencapai target.

"Kalau nol kasus atau nol kematian itu nggak mungkin, bahkan dalam lima tahun ke depan pun nggak. Ini kan akan jadi endemi, bukan berarti nol kasusnya, apalagi bicara Indonesia yang geografis-nya banyak, kepulauannya, variasi respons, belum lagi masalah vaksinasi yang masih menjadi tantangan," jelas Dicky saat dihubungi detikcom Rabu (6/10/2021).

"Jadi kalau disebut ke nol nggak akan, dalam lima tahun ini sulit ya untuk menjadikan ini nol," sambung dia.

Jawa-Bali mencatat satu kasus dalam sebulan di 2022

Meski begitu, Dicky tidak menampik kemungkinan kasus COVID-19 akan dilaporkan sangat rendah di tahun depan. Misalnya, bisa saja hanya mencatat satu kasus dalam sebulan.

Hal ini kemudian didukung jika 80 persen dari populasi sudah divaksinasi.

"Kapan seperti itu, saya kira bertahap ya, mungkin untuk aglomerasi Jawa-Bali bisa dicapai tahun depan ketika vaksinasi sudah di batas 80 an persen," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]