Rabu, 06 Okt 2021 22:16 WIB

Cegah Bunuh Diri Selama Pandemi, Kemenkes Buka Telekonseling Kejiwaan Gratis

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi remaja lelah Foto: thinkstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sebabkan kenaikan angka bunuh diri akibat penyakit gangguan kesehatan mental. Meski begitu, tak sedikit orang belum sadar pentingnya kesehatan mental dan enggan melakukan konseling. Padahal, Kemenkes sediakan telemedicine gratis untuk konseling.

Hampir seluruh sektor kehidupan terdampak pandemi, termasuk dalam hal kesehatan mental. Kegiatan yang harus dilakukan di rumah dalam jangka panjang tak jarang sebabkan kejenuhan dan kecemasan hingga depresi.

Kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mental, bahkan bisa berujung pada kematian.

Kendati demikian, masih banyak orang yang enggan berobat ke psikolog atau psikiater. Berbagai faktor yang diduga menjadi penyebabnya adalah stigma di masyarakat tentang penyakit mental dan biaya konseling yang tidak murah serta masyarakat yang belum sadar tentang kesehatan mental.

Berdasarkan data yang dipaparkan Direktur Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Celestinus Eigya Munthe dalam temu media, Rabu (6/10/2021), selama pandemi COVID-19, angka bunuh diri akibat penyakit gangguan kesehatan jiwa terus mengalami peningkatan.

"Angka kematian akibat bunuh diri akibat berbagai macam penyakit gangguan kesehatan jiwa, semakin hari semakin meningkat, terutama dalam kondisi pandemi COVID-19" jelasnya.

Celestinus ungkap sebuah penelitian menemukan terjadi peningkatan gangguan masalah kesehatan akibat depresi dan anxietas atau gangguan kecemasan sekitar 6 sampai dengan 9 persen.

"Artinya terjadi juga suatu kecenderungan peningkatan akibat depresi dalam masalah bunuh diri," kata Celestinus.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pandemi Sebabkan Masalah Kesehatan Mental Indonesia Meningkat 9 Persen"
[Gambas:Video 20detik]