Rabu, 06 Okt 2021 22:50 WIB

Muncul Bukti Baru, Dugaan COVID-19 Bermula dari China Menguat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Satu bukti baru yang menguatkan China telah menutupi penyebaran kasus pertama COVID-19 kembali muncul. Kali ini bukti mengatakan bahwa pemesanan alat tes PCR (polymerase chain reaction) meningkat di China tujuh bulan sebelum kasus pertama dilaporkan.

Menurut studi terbaru, ada beberapa institusi yang diketahui memesan alat PCR tersebut dalam jumlah yang sangat besar pada bulan Mei 2019 lalu. Beberapa institusi tersebut yaitu:

  • Institut Virologi Wuhan
  • Universitas Sains dan Teknologi Wuhan
  • Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Hubei
  • CDC Wuhan
  • Institut Peternakan dan kedokteran Hewan yang berbasis di Akademi Ilmu Pertanian Hubei.

Adanya laporan itu disebut dinilai sebagai bukti baru yang menunjukkan bahwa Partai Komunis China memang telah menutupi penyebaran awal COVID-19, yang membuat virus menyebar ke seluruh dunia.

Dikutip dari Daily Mail, laporan ini muncul berdasarkan penyelidikan dari Internet 2.0, sebuah organisasi penelitian Amerika Serikat-Australia. Mereka menemukan bukti baru bahwa mereka melihat data pemesanan alat tes PCR di China beberapa bulan sebelum kasus COVID-19 pertama muncul.

Mereka menemukan pengeluaran untuk membeli alat dan mesin tes PCR di provinsi Hubei ini meningkat pesat. Dari 36,7 juta yuan atau sekitar 80,9 miliar rupiah pada 2018, menjadi 67,4 juta yuan atau sekitar 148 miliar rupiah pada 2019.

Selanjutnya
Halaman
1 2