Kamis, 07 Okt 2021 05:00 WIB

Round Up

9.855 Warga 'Daftar Hitam' PeduliLindungi Kelayapan, Paling Banyak di Mal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pengunjung yang masuk di Kudus Extension Mal menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, Jumat (17/9/2021). PeduliLindungi (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap ada lebih dari 9 ribu orang yang masuk kategori 'hitam' di PeduliLindungi, masih nekat berkeliaran di mal hingga pertokoan. Bahkan, ditemukan beberapa di antaranya beraktivitas di perkantoran seperti sejumlah pabrik.

Hal ini menjadi catatan untuk memperketat skrining melalui aplikasi PeduliLindungi. Seperti diketahui, mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 ditandai dengan warna hitam dan seharusnya tidak diperkenankan bebas beraktivitas.

"Dan ini sudah kita monitor dengan bantuan IT, jadi kita lihat untuk setiap aktivitas, di 6 aktivitas, berapa sih yang hitam (positif COVID-19)," ungkap Menkes Budi dalam seminar online, Rabu (6/10/2021).

"Kita kaget juga ternyata masih ada orang yang sakit, masih nyelonong-nyelonong masuk mal, masuk toko, masih masuk kerja, pabrik, industri perdagangan, itu yang kemudian nanti bisa kita perbaiki," jelasnya.

Laporan Kemenkes RI per 5 Oktober 2021 menunjukkan ada 9.855 orang berstatus hitam di PeduliLindungi yang masih berkeliaran di sejumlah mal, hingga perkantoran. Paling banyak ditemukan di mal, yaitu 6.380 orang.

Berikut daftar lengkapnya.

Sektor perdagangan

  • Mal/tenan mal: 6.380 orang
  • Outlet/tenan mandiri: 490 orang

Sektor transportasi

  • Darat: 399 orang
  • Laut: 12 orang
  • Udara: 109 orang
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kerap Bermasalah, Aduan PeduliLindungi Sampai Ratusan Ribu"
[Gambas:Video 20detik]