Kamis, 07 Okt 2021 13:10 WIB

65 Persen Penyintas Alami Long COVID-19, Kemenkes: 'Bom Waktu' bagi Faskes!

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal. Ilustrasi. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mencatat 65 persen penyintas COVID-19 mengalami gejala berkepanjangan (long COVID), di mana tubuh mengalami sederet efek samping dan perubahan setelah terinfeksi virus Corona.

Kementerian Kesehatan khawatir, kondisi tersebut bakal menjadi bom waktu untuk layanan kesehatan kembali dibebani lonjakan pasien.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Pengelola Rujukan dan Pemantauan RS Kemenkes Yout Savithri dalam diskusi daring, Kamis (7/10/2021). Di dalam acara tersebut, hadir juga Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI dr Erlina Burhan.

"Kami lagi mendiskusikan penyakit long COVID-19, artinya penyakit long COVID-19 adalah bom waktu. Karena saya ingat sekali dokter Erlina sempat bilang bahwa untuk pasien COVID-19 ini 65 persen ada gejala sisa bahkan ada fibrosis paru," ujar Yout.

"Ada sembilan organ yang kena dan ini harus kita antisipasi bagaimana mengatasi pasien long COVID-19 untuk mengatasi pasien-pasien COVID ini untuk meningkatkan kualitas hidupnya," sambungnya.

Menghadapi risiko tersebut, Yout menegaskan diperlukannya upaya pemerintah dalam menyediakan pelayanan fasilitas kesehatan, serta penyediaan obat-obatan.

Ia juga mengingatkan sejumlah organisasi profesi di Indonesia untuk menerapkan manajemen klinis penanganan pasien long COVID-19. Walhasil, Kemenkes juga bisa menyiapkan protokol penanganan pasien COVID-19 di Indonesia.

Mengacu pada paparan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala berkepanjangan ini bisa terjadi dalam waktu beberapa minggu hingga bulan.

Beberapa gejalanya antara lain nyeri di dada, sakit kepala, nyeri di otot, mudah lupa dan depresi, kehilangan kemampuan mencium (anosmia), nafas pendek, diare, dan muncul ruam.

Namun pada penyintas COVID-19 bergejala berat, khususnya yang sempat dirawat di rumah sakit, ada kemungkinan COVID-19 memicu penyakit jangka panjang termasuk terkait kardiovaskuler dan pernapasan.



Simak Video "Informasi Terkini Seputar Gejala Covid-19 yang Ditimbulkan Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)