Jumat, 08 Okt 2021 07:00 WIB

Swedia-Denmark Tangguhkan Vaksin Moderna, Komnas KIPI Minta Waspadai Gejala Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta. Vaksin Moderna di Denmark dan Swedia ditangguhkan, Komnas KIPI buka suara. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari buka suara soal Swedia hingga Denmark yang menyetop sementara vaksin Moderna karena temuan kasus miokarditis atau radang jantung pada usia dewasa muda. Mereka menghentikan penggunaan vaksin Moderna di usia 30 tahun ke bawah, karena kasus dilaporkan pada rentang usia tersebut, usai vaksinasi dosis kedua.

Di Indonesia, hingga kini diklaim belum ada efek samping miokarditis yang dilaporkan. Namun, Prof Hindra meminta warga segera melapor jika mengeluhkan sejumlah gejala berikut.

"Sampai saat ini belum ada KIPI miokarditis usai vaksin Moderna," jelas dia kepada detikcom, Kamis (7/10/2021).

"Bila ada gejala nyeri dada, kesulitan bernapas, atau berdebar segera berobat ke dokter, biasanya sembuh dengan pengobatan," sambungnya.

Badan kesehatan Swedia meyakini pemicu laporan kasus miokarditis usai vaksinasi pada remaja dan usia dewasa muda berkaitan dengan vaksin Moderna. Meski jumlah kasus yang dilaporkan terbilang sedikit.

"Hubungannya sangat jelas ketika menyangkut vaksin Spikevax Moderna, terutama setelah dosis kedua," kata badan kesehatan itu, sembari menambahkan risiko terkena sangat kecil.

Sementara juru bicara Moderna menyatakan manfaat vaksin Moderna masih lebih besar ketimbang risiko yang didapatkan.

"Ini biasanya kasus ringan dan individu cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan standar dan istirahat. Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular COVID-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," jelas jubir tersebut, dikutip dari Reuters.

Adapun Indonesia, hingga saat ini masih terus melanjutkan vaksin Moderna pada usia 30 tahun ke bawah, sambil menunggu tinjauan ITAGI dan BPOM.

Simak juga 'CEO Moderna: Kemungkinan Pandemi Berakhir Tahun 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)