Sabtu, 09 Okt 2021 14:08 WIB

Kata Pakar IDI Soal DKI Kembali Laporkan Nol Kasus Kematian Akibat COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
TPU Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat merupakan tempat pemakaman khusus Covid-19 di Kota Bekasi. Belakangan, jumlah orang yang dimakamkan di TPU ini semakin banyak seiring melonjaknya kasus. Akibatnya, Tempat Pemakaman Umum (TPU), harus dibuka 24 jam nonstop, guna menghindari penumpukan jenazah di rumah sakit maupun luar rumah sakit. Penurunan kasus kematian COVID-19. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Per Jumat (8/10/21), sebanyak 15 provinsi di Indonesia mencatatkan nol kasus kematian akibat COVID-19. Beberapa provinsi di antaranya adalah Banten dan juga DKI Jakarta.

Melihat hal ini, Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengungkapkan apresiasinya. Ia meminta agar DKI Jakarta bisa mempertahankan kondisi ini dan tidak cepat berpuas diri.

"Well done Jakarta. Bisa nol kematian COVID-19. Pertahankan," tulisnya di akun media sosialnya seperti dilihat detikcom, Sabtu (9/10/2021).

"Jangan berpuas diri. Jalan masih panjang dan semoga makin dekat juga dengan nol rawat inap. Tetap jaga jarak, pakai masker, serta cuci tangan. Apresiasi untuk semua yang telah bekerja keras," lanjutnya.

Selaras dengan itu, pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, juga mengingatkan tidak adanya kasus kematian dalam satu-dua hari bukan berarti kondisi sudah aman. Dicky menambahkan endemi bukan berarti tidak ada lagi COVID-19, tetapi kasusnya akan tetap ada dalam bentuk level.

"Kalau sudah menetap 28 hari perubahan atau kondisi itu, apakah tidak ada kasus (atau) tidak ada kematian, itu yang sudah bisa memberi confidence bahwa sudah ada perbaikan yang signifikan dan menetap," terangnya pada detikcom, Jumat (8/10/2021).

"Kalau masih seminggu, apalagi kurang dari 2 minggu, belum bisa kita pastikan. Tapi bahwa ada progres, ya. Tapi potensi naik-turun masih ada. Ini tentu harus menuntut kehati-hatian," lanjutnya mengomentari situasi di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kondisi nol kasus kematian COVID-19 tersebut patut disyukuri.

"Sebuah hari yang patut disyukuri. Dalam 24 jam terakhir terdapat 0 permintaan pelayanan pemakaman protap COVID-19 di DKI Jakarta," tulisnya lewat akun Instagram pribadi, mengacu pada data Distamhut DKI sejak jam 18:00 Rabu (6/7/2021) sampai 18:00 WIB Kamis (7/10/2021).



Simak Video "Jelang Akhir Tahun, Satgas Covid-19 Ungkap Kepatuhan Prokes Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)