Sabtu, 09 Okt 2021 18:36 WIB

Varian Delta Bermutasi Lagi, Dikhawatirkan Bisa Infeksi yang Sudah Divaksin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya Varian Delta kembali bermutasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Belum lama ini, mutasi baru dari varian Delta ditemukan di Italia Utara. Diketahui bentuk baru dari varian Corona Delta itu mengandung mutasi yang sangat menular yaitu E484K, disebut mampu menghindari efektivitas vaksin Corona.

Dikutip dari INews.co.uk, kepala kesehatan masyarakat setempat mengatakan mutasi baru varian Delta tersebut telah menginfeksi 19 orang di Inggris dan 99 orang lainnya di seluruh dunia.

Meski mutasi atau strain baru tersebut jumlahnya masih kecil, para ilmuwan khawatir itu bisa menyebar pada orang yang telah divaksinasi. Sebab, strain baru varian Delta ini menginfeksi sekelompok orang yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 penuh di Lombardy pada Juli lalu.

"Memantau munculnya varian apapun dengan mutasi E484K adalah hal yang mendesak dan sangat memprihatinkan karena peningkatan kekebalan secara teoritis," tulis peneliti utama sekaligus ilmuwan penelitian medis di University of Insubria di Varese, Dr Andreina Baj.

Kemunculan strain baru varian Delta ini juga membuat pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, khawatir. Pasalnya, strain baru varian Delta yang mengandung mutasi E484K ini mampu lolos dari antibodi.

"Varian Delta dengan mutasi E484K mampu lolos dari antibodi, sehingga perlu titer antibodi yang lebih tinggi untuk menetralkan virus secara in-vitro," kata Dicky lewat pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (8/10/2021).

"E484K telah dikaitkan dengan kasus reinfeksi pada pasien di Brasil yang sebelumnya telah terinfeksi varian Alpha," pungkasnya.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)