ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Okt 2021 19:02 WIB

77 Persen Ampuh Lawan Delta, Vaksin Zifivax Target Produksi di RI Tahun Ini

Ayunda Septiani - detikHealth
The hands in blue glove of the scientist hold the processor Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77
Jakarta -

Vaksin Zifivax buatan Anhui sudah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Meski demikian, produksi baru direncanakan mulai tahun ini.

Presiden Direktur PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (Jbio) Mahendra Suhardono menjelaskan ada dua hal yang akan dilakukan dalam pembuatan vaksin.

"Pertama, ada short term, kita berupaya tahun ini agar bisa diproduksi di dalam negeri," jelas Mahendra, dalam siaran pers, Kamis (7/10/2021).

"Jadi melalui toll manufacturer, mohon bimbingan dan saat ini kita tengah kerja sama dengan Biotis. Badan POM juga sudah mengakui hal tersebut dan kita akan percepat produksinya," sambungnya.

Vaksin Zifivax menjadi vaksin kesepuluh yang dapat digunakan dan mendapat emergency use of authorization (EUA) oleh BPOM RI.

Efek sampingnya berdasarkan studi klinik fase 1, 2, dan 3 pemberian vaksin secara umum dapat ditoleransi. Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan ada beberapa adverse effect yang bisa muncul yaitu, nyeri pada area suntikan, sakit kepala, kelelahan, dan demam.

"Aspek keamanan dan imunogenitas dan efikasi yang didapatkan dari hasil uji klinik ini adalah dari aspek keamanan. Efek samping tersebut merupakan hal yang biasa," jelas Penny dalam konferensi pers daring, Kamis (7/10/2021).



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT