Sabtu, 09 Okt 2021 21:00 WIB

CDC Sebut Akhir Pandemi COVID-19 Tergantung Pada Manusia, Kok Bisa?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Pandemi Corona. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Dr Rochelle Walensky tidak bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Namun, menurutnya ini bisa bergantung pada perilaku manusia. Kok bisa?

"Kami memiliki banyak ilmu saat ini, kami memiliki vaksin," kata Dr Walensky yang dikutip dari CNBC International, Sabtu (9/10/2021).

"Yang tidak bisa kami prediksi adalah perilaku manusia. Dan perilaku manusia dalam pandemi ini tidak membantu kita dengan baik," lanjutnya.

Dr Walensky mengatakan untuk memerangi pandemi ini tidak cukup hanya dengan kekebalan saja, terutama terhadap varian Delta yang mendominasi dunia. Artinya, butuh lebih banyak perlindungan agar masyarakat tidak terinfeksi COVID-19 lagi.

Meski sudah banyak yang divaksinasi dan memiliki kekebalan, Dr Walensky mengatakan virus Corona itu sangat pintar. Virus bisa menyerang celah atau orang-orang yang belum memiliki perlindungan.

"Dan virusnya tidak bodoh, ia akan pergi ke sana (menyerang orang yang belum memiliki perlindungan)," kata Dr Walensky.

"Jadi, pertanyaan Anda bergantung pada seberapa baik kita bersatu sebagai umat manusia dan komunitas untuk melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan untuk melindungi diri kita sendiri," pungkasnya.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)