ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Okt 2021 06:22 WIB

Janin dalam Kandungan Juga Bisa BAB, Bahaya Nggak?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
In the Hospital, Close-up Shot of the Doctor does Ultrasound / Sonogram Procedure to a Pregnant Woman. Obstetrician Moving Transducer on the Belly of the Future Mother. Janin BAB dalam kandungan, bahaya nggak? (Foto: iStock)
Jakarta -

Di dalam kandungan, janin juga bisa buang air besar (BAB). Diperkirakan 12-20 persen janin mengalaminya sebelum dilahirkan.

Dikutip dari Parents, riset National Center for Biotechnology Information (NCBI) tahun 2020 menyebut angkanya meningkat jadi 40 persen ketika jadwal kelahiran telah jatuh tempo. Sebaliknya, bayi yang lahir prematur jarang BAB dalam kandungan.

Pada janin yang belum lahir, kotoran yang dihasilkan disebut mekonium dan sudah diproduksi di usus sejak usia kehamilan 12 pekan. Warnanya hijau tua hingga hitam, tekstur kental dan lengket.

"Mekonium terdiri dari sel-sel di usus, lanugo (bulu halus pada bayi lahir), lendir, cairan ketuban, empedu, dan air," kata Bradley Howard Kessler, MD, Direktur Gastroenterologi Pediatrik di Good Samaritan Hospital Medical Center, New York.

Pada sebagian besar bayi, mekonium dikeluarkan pada hari pertama setelah lahir. Namun ada beberapa penyebab, mekonium keluar bercampur air ketuban ketika masih di dalam kandungan.

Berbahayakah kondisi ini?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Seputar Kleptomania yang Dikaitkan Aksi Wanita Curi Cokelat di Alfamart"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT