Tokoh kontroversial asal Pakistan Abdul Qadeer Khan yang dikenal sebagai 'bapak bom nuklir' asal Pakistan meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19. Pria usia 85 tahun ini tutup usia setelah berjuang melawan Corona di rumah sakit.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rasheed Ahmad mengatakan Khan, yang menggagas Pakistan untuk menjadi negara yang memiliki senjata nuklir pada awal tahun 1970-an, meninggal di rumah sakit KRL di Ibu Kota Pakistan, Islamabad.
"Dia dicintai oleh bangsa kita [karena] kontribusi kritisnya dalam menjadikan kita negara senjata nuklir," tulis perdana menteri itu di akun media sosialnya, dikutip dari BBC, Senin (11/10/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khan meninggal karena ada masalah paru-parunya. Dia telah dirawat di rumah sakit pada Agustus akibat infeksi COVID-19. Setelah kembali ke kediamannya beberapa minggu yang lalu, dia dilarikan kembali ke rumah sakit karena kondisinya memburuk.
Khan dipuji sebagai pahlawan nasional karena mengubah Pakistan menjadi kekuatan senjata nuklir Islam pertama di dunia dan memperkuat pengaruhnya terhadap saingan dan sesama negara bersenjata nuklir India.
Namun, ia dinyatakan oleh barat sebagai pemberontak berbahaya karena berbagi teknologi dengan negara-negara nuklir.
Ilmuwan itu akan dimakamkan di masjid Faisal Islamabad atas permintaannya.
(kna/up)











































