Menkes: 7 Altet PON XX Positif COVID-19 Tinggalkan Isolasi Sebelum Waktunya

ADVERTISEMENT

Menkes: 7 Altet PON XX Positif COVID-19 Tinggalkan Isolasi Sebelum Waktunya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 12 Okt 2021 07:38 WIB
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut terdapat tujuh orang atlet di PON XX Papua yang teridentifikasi positif COVID-19 dan meninggalkan tempat isolasi sebeleum beres masa isolasi.

Ia memaparkan per Senin (11/10/2021) siang, tercatat 83 kasus konfirmasi dan terjadi konsentrasi di beberapa cabang olahraga dan provinsi asal.

"Hasil pengamatan kami terjadinya penularan ini kemungkinan besar disebabkan di tempat penginapan karena memang kamar yang ditempati para atlet 1 kamar ditempati sekitar 4 orang atlet dan saat makan dilakukan makan bersama," ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait PPKM, Senin (12/10/2021).

Ia menyebut, ke depannya acara-acara besar perlu menyiapkan protokol kesehatan yang lebih baik. Hal itu juga dibarengi pemberian wewenang lebih besar kepada Satgas COVID-19 setempat di daerah acara.

Lebih lagi Menkes memaparkan, terdapat 7 orang atlet yang meninggalkan lokasi isolasi sebelum masa isolasinya berakhir dan tersebar ke sejumlah kota asal. Sesuai arahan presiden, ketujuh atlet ini wajib melakukan karantina di tempat ke datangan.

"Kami mengamati ada 7 atlet yang sebelumnya sudah teridentifikasi positif berhasil keluar dari tempat isolasi sebelum selesai masa isolasinyua. Satu ke Tarakan, 2 ke Jambi, 3 ke Sidoarjo, 1 ke Yogyakarta," ujar Menkes.

"Sesuai arahan Presiden, 7 atlet yang keburu kembali ke kota asalnya sebelum selesai masa isolasinya ini bisa segera dikarantina atau diisolasi di tempat kedatangan," pungkasnya.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT