Rabu, 13 Okt 2021 10:03 WIB

Moderna Tolak Berbagi Formula Vaksin COVID-19, WHO: Kegagalan Kemanusiaan

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Vaksin COVID-19 buatan Moderna selama ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena memiliki efikasi yang tinggi. Hanya saja suplai untuk vaksin ini terbatas sehingga Moderna didorong membagikan paten atau formulanya untuk meningkatkan produksi.

Salah satu pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Moderna, Noubar Afeyan, mengatakan pihaknya akan berusaha meningkatkan produksi. Dalam wawancara dengan Associated Press (AP), Noubar tidak menjawab apakah pihaknya akan membagikan formula vaksin.

"Dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, cara yang paling bisa diandalkan untuk membuat vaksin berkualitas tinggi dan efisien adalah dengan kita membuatnya sendiri," kata Noubar seperti dikutip pada Rabu (13/10/2021).

Saling berbagi kekayaan intelektual, dalam hal ini formula dan teknologi pembuatan vaksin COVID-19, banyak dilakukan perusahaan farmasi dunia untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebagai contoh formula vaksin AstraZeneca dari Inggris dibagikan untuk kemudian diproduksi juga oleh India dan Korea Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan proses berbagi formula ini sebetulnya bisa dilakukan hanya untuk sementara saja. Setidaknya sampai kondisi darurat pandemi berakhir.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berkomentar perdebatan soal berbagi formula di situasi pandemi menunjukkan rasa kemanusiaan yang gagal.

"Memperdebatkan apakah hak kekayaan intelektual bisa dikesampingkan dulu di tengah krisis yang tidak terduga, di mana ribuan jiwa hilang setiap minggu, ini tidak benar. Mengapa kita memilikinya bila tidak digunakan untuk sekarang?" kata Tedros.

"Kita harus menghargai peran swasta dalam respons COVID-19 dan pengembangan vaksin yang singkat. Tapi kita harus memastikan akses untuk semua orang. Pelepasan hak kekayaan intelektual ini sementara, hanya sampai pandemi berakhir," pungkasnya.

(fds/up)