Rabu, 13 Okt 2021 10:26 WIB

Dulu Diragukan, Corona RI Membaik Bukti Nyata Sinovac Tak Kalah dengan Pfizer

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Anggota kepolisian berjaga di dekat Envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Sedikitnya 8 juta dosis dalam bentuk bulk vaksin Sinovac pada tahap ke-13 tersebut tiba di Bio Farma untuk diproses dan didistribusikan guna mempercepat rencana vaksinasi sedikitnya 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia untuk mempercepat kekebalan komunal terhadap COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Jakarta -

Ahli epidemiologi Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyebut angka reproduksi Corona di Indonesia terus menurun hingga di bawah satu, yaitu 0,96. Artinya, risiko penularan kasus COVID-19 di masyarakat terus menurun.

"Dan angka kematian semuanya menurun, walaupun masih ada kematian tapi sudah menurun. RS yang sengaja dibangun temporer emergency sudah mulai ditutup, tidak ada lagi. Pandemi ini walaupun kita tidak 100 persen bisa menekan penularan, tapi kita bisa menekan hospitalisasi karena kasus COVID-19 berat dan tadi angka kematian," ungkap Pandu dalam webinar online Rabu (13/10/2021).

Vaksinasi COVID-19 disebut Pandu menjadi salah satu andil perbaikan tren kasus COVID-19. Hal ini dikarenakan angka kematian dan jumlah orang yang dirawat di RS karena Corona bisa terus ditekan.

"Dan ini salah satu adalah akibat dari pada vaksinasi, dan vaksinasi di Indonesia menggunakan vaksinasi yang masih dianggap orang kurang efektif, padahal efektif, Sinovac efektif, nggak kalah sama pfizer mRNA kan," sebutnya.

"Jangan terlalu curiga, kalau nggak efektif akan banyak sekali kematian, itu Indonesia akan bisa mengendalikan pandemi," kata Pandu.

Meski begitu, bukan berarti lonjakan kasus COVID-19 tidak bisa terjadi. Masyarakat diimbau Pandu tetap membantu pemerintah dalam melawan pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat hingga tak ragu divaksinasi dengan jenis apapun.

Satu hal yang tak kalah penting adalah tidak menyembunyikan status positif COVID-19.

"Masyarakat juga harus mau ditesting, tidak menyembunyikan status, dari hasil skrining dengan PeduliLindungi masih ada cukup banyak status nya positif tapi masih berkeliaran di publik," sambungnya.



Simak Video "Epidemiolog: Dosis Ketiga Sinovac Baiknya Diberikan Setelah 6 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)