Kamis, 14 Okt 2021 10:46 WIB

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Influencer Diistimewakan? Ini Jawab Satgas

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya terkonfirmasi kabur dari karantina di Wisma Atlet pasca kepulangannya dari Amerika Serikat. Kabar beredar, ia hanya sempat menjalani karantina selama tiga hari dan kabur dibantu oknum TNI. Mungkinkah influencer boleh dapat perlakuan spesial soal karantina?

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, SpP(K) menegaskan pelaku perjalanan luar negeri yang menjalani karantina setibanya di RI hanya akan dipindahkan dari lokasi karantina jika mengalami perburukan gejala klinis. Itu pun, yang bersangkutan akan dimasukkan ke rumah sakit.

"Jika terjadi perburukan klinis maka masuk rumah sakit," tegasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/10/2021).

"Bukan meninggalkan karantina, tapi di rujuk ke rumah sakit. Karena kepentingan lainnya ya dikerjakan di dalam karantina," sambungnya.

Selain itu, pelaku perjalanan luar negeri wajib menjalani karantina sesuai waktu yang ditetapkan disertai sejumlah peraturan terkait vaksinasi dan tes PCR.

"Bila mengacu Surat Edaran (SE) Satgas sebelumnya, yang bersangkutan harus sudah divaksinasi, sudah PCR baru bisa mendarat di Indonesia. Kemudian karantina delapan hari diikuti tes PCR hari pertama dan hari ketujuh. Jika negatif, gejala tidak ada, maka boleh keluar dari karantina," jelas dr Alexander.

Ia menambahkan, per hari ini, aturan karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri yang baru tiba di Indonesia diubah menjadi lima hari.

"Secara garis besar masa karantina lima hari, wajib vaksinasi, tes PCR dua kali di masa karantina, aplikasi PeduliLindungi, bandara internasional untuk WNI yg pulang," pungkas dr Alexander.

(vyp/up)