Kamis, 14 Okt 2021 16:00 WIB

Saudi Wajibkan Booster untuk Umroh, Menkes RI Kok Tak Sepakat? Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin di Banten Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Banten -

Arab Saudi membuka pintu bagi warga Indonesia untuk umroh, dengan syarat wajib booster bagi penerima vaksin tertentu seperti Sinovac. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyiratkan ketidaksepakatan.

"Kita sedang bicara dengan Saudi, kita bertiga Menteri Agama, Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, agar jangan sampai vaksin itu keluar dari koridor kesehatan. Apalagi ke koridor politik," kata Menkes, ditemui di di Desa Kanekes, Baduy, Rabu (14/10/2021).

"Selama vaksin itu sudah disetujui WHO, harusnya kan boleh dia digunakan," jelasnya.

Arab Saudi saat ini menggunakan vaksin COVID-19 jenis Moderna, Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson and Johnson. Pengunjung yang menggunakan vaksin di luar itu, diharuskan untuk suntik booster.

Nah soal inilah, Menkes tidak sepakat.

"Vaksin ini kan terbatas dan kurang sekali. Kalau kita sudah terpaksa memberikan vaksin ketiga dengan jumlah yang terbatas padahal ada 100 juta orang Indonesia yang belum menerima vaksin, itu secara etis mungkin 'kok begitu'," paparnya.

"Mungkin secara klinis saya bisa bilang di sini memang vaksin ketiga itu memberikan perlindungan yang lebih tinggi. Cuman secara etis kasihan ya temen-temen kita yang belum vaksin pertama," tandasnya.



Simak Video "Pelaksanaan Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Nakes di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)