Jumat, 15 Okt 2021 15:00 WIB

Kenapa Orang-orang Bisa FOMO soal Subway? Begini Penjelasan Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Subway resmi membuka gerai pertamanya di Indonesia bertempat di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Hari pertama pembukaannya, waralaba asal Amerika Serikat ini ramai diserbu pengunjung. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Topik Hangat F.O.M.O Roti Isi
Jakarta -

Antrean gerai Subway di mal Cilandak Town Square membludak. Masyarakat berbondong-bondong mengantre, bahkan ada yang rela menunggu sejak pukul 08.00 WIB sebelum mal dibuka. Rupanya, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah 'Fear of Missing Out' alias FOMO. Apa penyebabnya?

Psikolog klinis & Co-Founder Ohana Space, Kantiana Taslim, menjelaskan terdapat sejumlah kemungkinan penyebab di balik fenomena tersebut. Misalnya kerinduan akan orang-orang pada hidangan Subway yang sebelumnya hanya bisa didapat di luar negeri sembari berwisata. Mengingat, pandemi COVID-19 membatasi mobilitas masyarakat untuk berwisata.

"(Kemungkinan pertama) pandemi nggak memungkinkan mereka keluar. Mereka rela antre untuk membeli. Untuk dapat satisfaction (kepuasan) dari apa yang mereka coba. Kedua, memang ada FOMO," terangnya pada detikcom, Jumat (15/10/2021).

"Berita-berita ramai, ada ketakutan kalau mereka nggak cobain, mereka menjadi ketinggalan. Kalau ketinggalan, jadi nggak tahu apa yang diomongin orang-orang," sambung Kantiana.

Apa yang bikin orang-orang punya FOMO?

Kantiana menjelaskan terdapat sejumlah penyebab FOMO. Yang paling mendasar, yakni minimnya self esteem atau kepercayaan diri. Walhasil, seseorang menjadi terombang-ambing mengikuti apa yang orang lain lakukan.

"Kalau self esteem-nya nggak ada, pastinya jadi ikut-ikutan orang lain karena dia sendiri nggak tahu dia sukanya apa, maunya apa. Takut kalau nggak kayak begitu (mengikuti yang orang lain lakukan), nggak sesuai sama yang orang lain lakukan, harapkan," pungkas Kantiana.

Kembali pada pengertian FOMO di mana ada rasa takut tertinggal, penyebab lainnya adalah takut dikucilkan jika tidak paham soal hal-hal yang baru saja terjadi atau sedang ramai.

"Ketinggalan bisa bikin rasa takut, seperti nggak paham sama apa yang terjadi. Takut ketinggalan, dikucilkan, atau nggak tahu tentang hal yang lagi dialami atau dirasakan orang lain," terang Kantiana.

"Namanya 'Fear of Missing Out', bisa saja disertai rasa takut mereka nggak mengalami. Kok orang lain kelihatannya bisa having fun, bisa menjalani hidupnya dengan lebih happy? Kalau aku nggak mengalami, nggak bisa having fun dong?" pungkasnya.

Simak video 'Rela Antre Berjam-jam Demi Bisa Menikmati Subway Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/kna)
Topik Hangat F.O.M.O Roti Isi