Minggu, 17 Okt 2021 07:53 WIB

Mahasiswa Dibanting Polisi 2 Hari Dirawat di RS, Dokter Sebut Kondisinya Membaik

Firdaus Anwar - detikHealth
M Faris Amrullah, mahasiswa yang dibanting polisi sudah boleh pulang usai 2 hari jalani pemeriksaan di RS Ciputra Hospital Foto: M Faris Amrullah, mahasiswa yang dibanting polisi sudah boleh pulang usai 2 hari jalani pemeriksaan di RS Ciputra Hospital (Nahda Rizky Utami/detikcom)
Jakarta -

M Faris Amrullah (21), mahasiswa yang dibanting polisi saat demo sempat dua hari menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Di media sosial beredar foto viral yang menunjukkan momen saat Faris dirawat pascakejadian tersebut.

"Kemarin memang terlihat baik-baik saja. Tapi sekarang lebih terasa sakit ya riz. Mohon doanya untuk kawan kami Fariz sedang di Rumah Sakit," tulis keterangan di dalam foto.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menjelaskan bahwa Faris dibawa ke rumah sakit hanya untuk melakukan cek kesehatan. Ini merupakan inisiatif pihak kepolisian yang ingin bertanggung jawab dan memberikan pelayanan kesehatan untuk Faris.

"Untuk berikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk Faris, termasuk penyembuhan penyakit yang lain sebelum insiden kemaren," kata Kombes Wahyu pada wartawan Jumat (15/10/2021).

Kondisi Faris sendiri dikabarkan sudah membaik. Tim dokter dari Rumah Sakit (RS) Ciputra sudah membolehkan Faris pulang pada hari Sabtu (16/10/2021).

Koordinator tim dokter Rumah Sakit Ciputra, dr Andre Satria Gunawan, mengatakan Faris menjalani perawatan medis dengan penanganan dokter spesialis saraf dan dokter spesialis ortopedi. Pemeriksaan dilakukan dari kepala sampai tulang belakang.

"Jadi kita lakukan pemeriksaan ya dari kepalanya CT scan kepala, bagian belakang kita foto juga CT scan dan MRI. Hasilnya sudah cukup menyatakan dari dokternya sudah diizinkan boleh pulang," kata dr Andre.

Dokter saraf dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Irawati, SpS, sebelumnya menjelaskan aksi 'smackdown', seperti polisi banting mahasiswa pendemo bisa berisiko fatal. Alasannya ada risiko dapat terjadi cedera pada kepala dan tulang belakang yang merupakan pusat saraf.

"Cedera pada saraf tulang belakang merupakan salah satu kegawat kedaruratan. Yang ditakutkan adalah adanya fraktur (patah tulang belakang) sehingga mencederai sarafnya," kata dr Irawati kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Misal bila cedera di daerah leher bisa mengakibatkan kelumpuhan kedua lengan dan kedua tungkai, bila di pinggang bisa lumpuh di kedua tungkai," pungkasnya.



Simak Video "Benarkah Mandi Harus Mulai dari Kaki ke Atas agar Tak Kena Stroke?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)