Senin, 18 Okt 2021 20:52 WIB

Nekat Berpesta Di Tengah COVID-19, Awas Rawan Jadi Tempat Superspreader

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Nice-looking attractive gorgeous glamorous elegant stylish cheerful cheery, positive girls and guys having fun bachelor graduate occasion in fashionable luxury place night-club indoors Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Deagreez
Jakarta -

Di tengah perjuangan Selandia Baru melawan varian Delta, muncul sebuah video yang menunjukkan anak-anak muda yang tengah berpesta tanpa adanya pembatasan. Beredarnya video yang disebut sebagai 'pesta influencer' di tengah lockdown itu pun memicu kemarahan masyarakat.

Dalam video pesta ilegal yang diadakan di sebuah rumah di Pesisir Utara Auckland itu, terlihat anak-anak muda yang saling berciuman, menari, dan minum-minum tanpa adanya pembatasan.

Namun, salah satu dari tamu tersebut menyadari bahwa tindakan yang ia serta teman-temannya lakukan itu adalah tindakan yang 'bodoh'. Ia pun menyesali dan mengakui perbuatannya tersebut.

"Kami tidak pernah menyebut diri kami influencer. Bagaimanapun, itu bodoh. Kita seharusnya tidak melanggar aturan untuk pesta, tetapi saya yakin kita semua bertanggung jawab atas tindakan kita dan pasti mengambil semua serangan, doxxing dan segala sesuatu yang dilemparkan pada kita sebagai konsekuensinya," kata orang yang tidak disebutkan namanya itu, dikutip dari News.com.AU, Senin (18/10/2021).

Meski ia tidak berkomunikasi dengan para tamu lainnya yang hadir di pesta tersebut. Namun, ia merasa tahu diri bahwa apa yang dilakukannya itu salah dan sangat menyesalinya. Ia juga mengaku sampai diteror di dunia maya.

"Itu egois dan secara keseluruhan keputusan bodoh, tetapi ancaman pembunuhan, kebencian dunia maya, dan serangan pribadi terhadap orang-orang tidak boleh dimaafkan," lanjutnya.

Walaupun mengaku bukan influencer, pengunjung telah menyebarkan konten terkait pesta tersebut di dalam media sosialnya. Salah satu yang memposting video pesta itu adalah seorang influencer sekaligus 'model kebugaran' dengan puluhan ribu pengikut.

Bisa memicu superspreader

Melihat kasus ini, ahli kimia aerosol Dr Joel Rindelaub mengatakan bahwa pesta tersebut bisa berpotensi untuk memicu superspreader. Ia memperingatkan bahwa varian Delta yang tengah melanda Selandia Baru ini bisa menularkan virus lewat kontak dekat dan menyebabkan risiko yang lebih besar.

"Ketika Anda berada di lingkungan dalam ruangan seperti itu, ada jauh lebih sedikit ventilasi yang berfungsi untuk orang bertukar napas, bertukar aerosol - ini adalah jenis partikel yang tepat yang akan ditempeli virus," kata Dr Rindelaub.

"Dry humping bukanlah aktivitas ramah COVID-19 di luar pembatasan Anda. Saya dapat mengatakan itu dengan pasti. Ini memiliki semua potensi untuk jadi acara superspreader, kami hanya berharap tidak ada kasus positif dari kasus ini," imbuhnya.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)