Selasa, 19 Okt 2021 20:27 WIB

Round Up

Geger Pemerkosaan di Kereta Ditonton Penumpang, Pakar Kejiwaan Angkat Bicara

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Poster Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Geger insiden mengerikan yang menimpa seorang wanita di Amerika Serikat. Ia diperkosa di kereta komuter Philadelphia. Nahasnya, tak ada satupun penumpang yang menolong korban dan hanya diam menonton.

Menurut penuturan pihak kepolisian setempat, pemerkosaan terjadi di hadapan sejumlah penumpang kereta lainnya tanpa ada yang melakukan tindakan apapun untuk menolong korban.

Dikutip dari Associated Press, Selasa (19/10/2021), insiden ini baru diketahui setelah polisi mendapat laporan terjadi penyerangan seksual di dalam kereta yang melaju di jalur Market-Frankford Line.

Inspektur Timothy Bernhardt dari Departemen Kepolisian Upper Darby menjelaskan bahwa polisi dipanggil ke stasiun 69th Street pada Rabu (13/10) malam, pukul 22.00 waktu setempat, pekan lalu untuk menindak insiden ini.

Belakangan diketahui pelaku merupakan seorang tunawisma. Dirangkum dari berbagai sumber berikut fakta terkait peristiwa tersebut.

1. Kronologi kejadian

Peristiwa ini diketahui oleh seorang pegawai Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA) yang berada sekitar kereta dan melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan seorang penumpang wanita di dalam kereta. Ia pun menghubungi polisi.

Personel Kepolisian SEPTA yang khusus mengurusi sistem transit massal di Pennsylvania menunggu di perhentian selanjutnya dan mendapati seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan. Polisi langsung menangkap pelaku.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Selama pemeriksaan Inspektur Bernhardt menyebut korban sebagai 'wanita yang luar biasa kuat' karena mampu memberikan banyak informasi kepada polisi di tengah insiden yang menimpanya. Disebutkan juga korban tidak mengenal pelaku.

2. Penumpang lain hanya diam

Seluruh kejadian tersebut terekam dalam video kamera keamanan di dalam kereta. Terlihat dalam video penumpang lain hanya terdiam tanpa melakukan tindakan apapun untuk menolong korban.

"Ada banyak orang, yang menurut pendapat saya, seharusnya melakukan intervensi; seseorang seharusnya melakukan sesuatu," ucap Bernhardt dalam pernyataannya.

"Ada orang lain di kereta yang menyaksikan tindakan mengerikan ini, dan itu bisa dihentikan lebih cepat jika seorang penumpang menghubungi 911," sebut SEPTA dalam pernyataannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Memahami Self Reward dan Self Love bagi Kesehatan Mental "
[Gambas:Video 20detik]