Kamis, 21 Okt 2021 18:47 WIB

Awas! Kemenkes Yakin Gelombang-3 COVID-19 Bakal 'Hantam' RI, Ini Alasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter
Jakarta -

Kementerian Kesehatan menyebut kondisi COVID-19 RI kini sudah membaik, kembali bak awal kemunculan pandemi COVID-19 di RI Juni-Juli 2021. Namun disebutkan, Indonesia sudah pasti bakal berhadapan dengan gelombang ketiga yang diprediksi tiba akhir 2021.

"Gelombang ketiga itu sebuah keniscayaan karena kita melihat salah satu publikasi ilmiah sudah mengatakan pola penyakit COVID-19 akan menimbulkan beberapa gelombang," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam diskusi daring, Kamis (21/10/2021).

"Jadi tidak ada cukup dengan 1 puncak gelombang. Kemudian turun akhirnya kasusnya, ada tapi tidak kemudian meningkat tajam. Ini tidak terjadi pada penyakit COVID-19. Sudah dikatakan terjadi beberapa puncak penyakit COVID-19 ini," sambungnya.

Ia mengingatkan, negara-negara yang sudah memiliki cakupan vaksinasi COVID-19 relatif tinggi seperti Inggris, Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara di Eropa pun kini berhadapan kembali dengan COVID-19 akibat varian Delta. Namun memang berkat vaksinasi, kasus kematian dan derajat kesakitan relatif lebih rendah.

Gelombang ketiga itu sebuah keniscayaan karena kita melihat salah satu publikasi ilmiah sudah mengatakan pola penyakit COVID-19 akan menimbulkan beberapa gelombangdr Siti Nadia Tarmizi - Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes

Ditambah, Indonesia memiliki sejumlah momen rawan mobilitas yang bisa menjadi pemicu kembalinya lonjakan kasus COVID-19. Tak lain, momen libur Natal dan Tahun Baru di penghujung 2021.

"Biasanya setelah perayaan hari-hari besar itulah muncul peningkatan kasus. Kemungkinan nanti di akhir tahun ada Natal, dan terakhir adalah Liburan Akhir tahun di mana mobilitas dan pergerakan sangat tinggi," beber dr Nadia.

"Ini yang menyebabkan keniscayaan akan gelombang-3 pasti terjadi. Tentunya kita haus terus menerus mengingatkan masyarakat bahwa pademi ini belum selesai. Kondisi sekarang sudah membaik bukan berarti kita sudah memenangkan peperangan COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)