Jumat, 22 Okt 2021 11:39 WIB

Katanya Corona Ngamuk, Suporter Liga Inggris Kok Masih Ramai Tanpa Masker?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Manchester Uniteds Cristiano Ronaldo celebrates scoring their sides third goal of the game during the Champions League Group F soccer match between Manchester United and Atalanta at Old Trafford, Manchester, England, Wednesday, Oct. 20, 2021. (Martin Rickett/PA via AP) Foto: AP/Martin Rickett
Jakarta -

COVID-19 di Inggris meledak lagi, bahkan angkanya sampai menyentuh 50 ribu kasus per hari, tertinggi sejak 17 Juli. Sempat mencatat rekor kasus kematian COVID-19 di Selasa kemarin, dengan jumlah lebih dari 200 orang meninggal karena Corona.

Namun, pemerintah belum kembali mewajibkan masker bagi warga Inggris. Banyak dari mereka kini yang masih bebas jalan-jalan tanpa perlu menggunakan masker termasuk di Liga Inggris, para penonton ramai-ramai hadir tanpa menggunakan masker.

Mengapa pemerintah tidak memberlakukan kembali aturan wajib penggunaan masker?

Dikutip dari BBC, rupanya pemerintah Inggris enggan kembali mewajibkan aturan masker karena berdampak pada perekonomian. Pemerintah diingatkan kalau ketentuan atau aturan wajib masker bisa menyebabkan kehilangan pendapatan hingga £4 miliar untuk sektor perhotelan dan acara, berdasarkan laporan bulan Juli.

Namun, alasan lain keengganan pemerintah disebut bisa lebih politis. Sementara Menteri Kesehatan Sajid Javid mengimbau sejumlah warga untuk memakai masker di tempat-tempat ramai.

Jadi bagaimana aturan di Inggris sekarang?

Tempat dan bisnis diperbolehkan untuk memiliki aturan sendiri, dan penumpang dapat ditolak masuk pada layanan transportasi di London jika mereka menolak untuk memakai masker tanpa alasan yang masuk akal.

Pemerintah secara resmi mengatakan pendekatan saat ini di Inggris memungkinkan aturan berdasarkan penilaian berbasis risiko pribadi.

"Kami mengharapkan dan merekomendasikan agar anggota masyarakat terus mengenakan masker di ruang yang ramai dan tertutup di mana Anda bersentuhan dengan orang yang biasanya tidak ditemui. Misalnya, di transportasi umum. Jika ada risiko penularan, harus segera memakai masker."



Simak Video "Diamuk Varian Delta, Inggris Cetak Rekor Covid-19 Harian Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)