Sabtu, 23 Okt 2021 08:21 WIB

Sadis! Taliban Penggal Atlet Wanita Afghanistan, Fotonya Tersebar di Medsos

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan Wanita di Afghanistan berdemo tuntut Taliban. (Foto: AP Photo/Ahmad Halabisaz)
Jakarta -

Taliban memenggal salah satu atlet voli wanita Afghanistan bulan lalu dan memamerkan fotonya di media sosial belum lama ini.

Dikutip dari Daily Mail, pevoli Mahjabin Hakimi, bintang yang sedang naik daun asal Kota Kabul, awalnya menghilang secara misterius kemudian jasadnya ditemukan pada bulan lalu. Pelatihnya mengatakan Mahjabin telah dibunuh oleh Taliban meski tak sedikit yang menduga ia bunuh diri.

Sebuah foto beredar di medsos yang konon mayat Mahjabin, menunjukkan cedera di lehernya, tetapi belum bisa dipastikan apakah luka itu disebabkan oleh sayatan pisau atau penjerat.

Pusat Jurnalisme Investigasi Payk di Afghanistan mengonfirmasi bahwa Mahjabin dipenggal oleh Taliban di Kabul. Kematiannya baru dilaporkan setelah pelatih mengatakan Taliban mengancam keluarga korban agar tak membocorkan peristiwa ini.

"Semua pemain tim bola voli dan atlet wanita lainnya berada dalam situasi yang buruk dan putus asa dan ketakutan. Semua orang terpaksa melarikan diri dan tinggal di tempat yang tidak diketahui," katanya.

Pelatih mengatakan bahwa hanya dua anggota tim yang berhasil melarikan diri dari negara itu sebelum jatuh ke tangan kelompok Islamis. Sisanya sekarang bersembunyi dan ketakutan selama hidup mereka.

Tim bola voli nasional wanita Afghanistan telah mengajukan petisi kepada organisasi asing untuk membantu mengeluarkan mereka dari negara itu tetapi sejauh ini tidak berhasil.

Zahra Fayazi, seorang anggota tim senior yang melarikan diri ke Inggris pada bulan Agustus, sebelumnya menjelaskan bagaimana sesama pemain telah dibunuh oleh Taliban.

"Pemain kami yang tinggal di provinsi harus pergi dan tinggal di tempat lain," katanya kepada BBC bulan lalu.

"Mereka bahkan membakar peralatan olahraga mereka untuk menyelamatkan diri dan keluarga mereka. Mereka tidak ingin mereka menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan olahraga. Mereka ketakutan," jelasnya.



Simak Video "Rencana WHO Kirim Pasokan Obat ke Afghanistan "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)