Sabtu, 23 Okt 2021 11:28 WIB

Viral Teror Ekshibisionisme, Kenapa Ada Orang yang Nekat Pamer Kelamin?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pelaku ekshibisionis mengincar korban di Jalan Sudirman Foto: Pelaku ekshibisionis mengincar korban di Jalan Sudirman (tangkapan layar video)
Jakarta -

Viral pengakuan seorang wanita korban pelecehan seksual oleh orang yang diduga ekshibisionisme di dekat stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Korban menceritakan dirinya mendapat teror dari seorang pria yang nekat mempertontonkan alat kelaminnya.

"Jadi beberapa waktu lalu gue sempat ketemu sama pelaku eksibisionis di jalan dari kantor gue menuju Stasiun Sudirman. Dia kayak udah mantau jalan dan di jalan ini sudah sepi," terang korban dalam video seperti dilihat, Jumat (22/10/2021).

Para ahli menyebut eksibisionis adalah salah satu jenis gangguan jiwa yang berkaitan dengan seksualitas. Pelakunya kerap menunjukkan alat kelamin ke orang lain tanpa ada kontak fisik, bahkan sampai bermasturbasi.

Apa sih motifnya?

"Harapannya adalah supaya dia mendapatkan kepuasan atas reaksi dari orang lain. Entah orang itu histeris, menangis, takut, kaget, atau pingsan mungkin. Dia punya kepuasan karena sedikit-banyak dia merasa berhasil menguasai orang lain," jelas psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder dari pusat konsultasi Anastasia and Associate.

Tujuan utama dari aksi ini menurut ahli adalah untuk menimbulkan reaksi kaget dari korban. Pelaku mendapatkan kepuasan seksual dari reaksi orang yang takut atau bahkan panik saat melihat ulahnya.

Bagi sebagian orang, eksibisionisme diekspresikan sebagai keinginan yang kuat untuk membuat orang lain menonton tindakan seksual mereka. Mereka akan makin merasa puas jika korbannya menjadi histeris.

Sayangnya, kebanyakan orang dengan gangguan eksibisionis tidak mencari pengobatan sendiri, dan tidak menerima pengobatan sampai mereka tertangkap dan diwajibkan oleh pihak berwenang.

Jika Anda atau seseorang yang Anda sayangi mungkin memiliki gangguan eksibisionistik, pengobatan dini sangat disarankan. Perawatan untuk eksibisionisme biasanya mencakup psikoterapi dan pengobatan dengan obat-obatan.



Simak Video "Lagi-lagi Ekshibisionis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)