Sabtu, 23 Okt 2021 12:12 WIB

Tips Jaga Kesehatan Tulang Bebas Osteoporosis ala Wapres Ma'ruf Amin

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Wakil Presiden Maruf Amin memimpin rapat percepatan pengentasan kemiskinan secara virtual Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Osteoporosis seringkali dikaitkan dengan penyakit orang tua, terutama wanita yang sudah mengalami menopause. Padahal, osteoporosis juga bisa menyerang usia produktif.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang hadir secara virtual dalam pencangan gerakan melawan Osteoporosis Nasional di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/10/2021).

"Osteoporosis merupakan penyakit yang tidak hanya diederita oleh sebagian besar wanita yang telah menopause. Namun, juga dapat menyerang siapapun, tidak hanya lansia, namun juga kelompok usia muda," ujar Ma'ruf.

Dikutip dari Mayo Clinic, osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh hingga sangat rapuh sehingga jika terjatuh atau bahkan mengalami tekanan ringan seperti membungkuk atau batuk dapat menyebabkan patah tulang. Fraktur atau patah tulang terkait osteoporosis paling sering terjadi di pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang.

Saat masih muda, tubuh dapat memproduksi tulang baru lebih cepat daripada memecah tulang tua dan massa tulang pun juga akan meningkat. Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Seiring bertambahnya usia, massa tulang hilang lebih cepat daripada pembentukannya.

Seberapa besar kemungkinan seseorang terkena osteoporosis tergantung pada seberapa banyak massa tulang di masa muda. Maka dari itu, upaya pencegahan di usia muda sangat penting untuk mencegah risiko mengalami osteoporosis di hari tua kelak.

Terutama di masa pandemi aktivitas masyarakat di luar dibatasi sehingga tanpa disadari seseorang menjadi jarang bergerak. Hal ini dapat meningkatkan risiko osteoporosis seperti yang disampaikan Ma'ruf Amin, risiko osteoporosis di antaranya sebagai berikut.

"Minimnya aktivitas masyarakat di luar ruangan malas bergerak dan kurang beraktivitas fisik," papar Ma'ruf Amin.

"Terlebih di masa pandemi ini di mana sebagian besar pola bekerja, belajar atau beraktivitas yg dilakukan secara daring dari rumah menjadikan peluang terjadinya osteoporosis," sambungnya.

Oleh karena itu, penting untuk mencegah osteoporosis. Salah satunya dengan menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat.

"Dengan menjaga pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin, tidak mengonsumsi alkohol, tidak merokok, mengonsumsi nutrisi seimbang terutama yang mengandung kalsium dan vitamin D tinggi serta deteksi dini untuk menjaga kesehatan tulang," tuturnya.

Tujuannya, selain untuk mencegah osteoporosis tetapi juga demi masa depan yang lebih produktif.



Simak Video "Kemenkes Minta 4 Daerah Ini Susun Ulang Strategi Vaksinasi Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)