Minggu, 24 Okt 2021 09:10 WIB

Heboh Tes PCR Jadi Syarat Terbang, Apa Sih Bedanya dengan Tes Antigen?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas tenaga kesehatan melakukan swab antigen kepada pemudik di kawasan hunian vertikal Apartemen Gading Nias, Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/5). Beda tes PCR dan tes antigen (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Mulai hari ini, penerbangan di wilayah Jawa-Bali mewajibkan tes PCR negatif dan berlaku meski calon penumpang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap. Banyak kalangan menilai, seharusnya tes antigen saja sudah cukup.

Kewajiban untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR dalam penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali antara lain diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 88 tahun 2021. Dalam aturan ini, hasil tes PCR berlaku 2x24 jam.

Kedua jenis tes, tes antigen dan tes PCR (polymerase chain reaction) sejak lama menggeser popularitas rapid test atau tepatnya tes antibodi. Berbeda dengan rapid test antibodi yang mendeteksi respons imun, tes antigen dan tes PCR mendeteksi keberadaan virus secara langsung. Karenanya, kedua tes ini dinilai lebih akurat.

Nah, di antara tes antigen dan tes PCR, apa saja persamaan dan perbedaannya? Berikut rangkumannya.

Persamaan

Berikut beberapa kemiripan tes antigen dan tes PCR.

  • Sama-sama memakai sampel lendir pernapasan
  • Sama-sama dilakukan dengan swab atau korek-korek lubang hidung
  • Sama-sama mendeteksi virus, bukan respons antibodi
  • Sama-sama hasilnya dinyatakan sebagai positif dan negatif, bukan reaktif dan non-reaktif

Perbedaan

Di samping ada persamaan, ada beberapa hal yang membedakan tes antigen dan tes PCR.

1. Tes antigen lebih cepat hasilnya

Perbedaan yang paling kelihatan adalah soal kecepatan mendapatkan hasil. Tes antigen bisa diketahui hasilnya dalam beberapa menit saja, karena pembacaan dilakukan dengan kit saat itu juga. Itu juga sebabnya, tes ini kerap disebut sebagai Rapid Test Antigen.

Berbeda dengan tes antigen, tes PCR yang harus menunggu sekitar 8 jam untuk tahu hasilnya karena harus pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium khusus dengan standar biosafety level (BSL) teretentu dan dengan alat khusus.

2. Jadi mana yang lebih akurat?

Akurat atau tidak, biasanya didasarkan pada seberapa spesifik dan sensitif tes tersebut mendeteksi virus Corona. Tes yang lebih sensitif cenderung lebih berisiko memberikan false positive, sedangkan tes yang spesifik lebih rentan memberikan false negative.

Dalam hal ini, tes PCR masih menjadi gold standard dalam pemeriksaan virus Corona. Tes ini memberikan sensitivitas dan spesifisitas lebih tinggi dibanding tes antigen.



Simak Video "Jejak Langkah dr. Boyke, Sang Edukator Seks Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)