Senin, 25 Okt 2021 14:02 WIB

Cegah Indonesia Alami Puncak Gelombang Ketiga Pandemi

Sponsored - detikHealth
Iklan Mecosin Foto: Mecosin
Jakarta -

Penurunan kasus COVID-19 di Indonesia pasca penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan level berbeda, jangan sampai membuat masyarakat lengah dan jadi tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Masyarakat harus menahan diri dan waspada karena virus COVID-19 masih ada. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya puncak gelombang ketiga kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia.

Jika tidak mendesak, lebih baik di rumah saja. Bila harus beraktivitas di luar rumah, selalu disiplin melakukan prokes 5M dan segera jadwalkan vaksinasi COVID-19. Hal penting lainnya, jaga daya tahan tubuh dengan rutin berolahraga dan memastikan tubuh cukup nutrisi setiap hari. Sebab, ancaman penularan virus COVID-19 masih terjadi setiap hari, bahkan diketahui sudah ada varian COVID-19 baru di negara-negara lain.

Dunia Global Sedang Hadapi Puncak Gelombang Ketiga Pandemi

Saat ini, di negara penyumbang jumlah kasus positif COVID-19 terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat (AS), tengah mengalami puncak ketiga pandemi, sekali pun terlihat kurva peningkatannya semakin melambat. Hal yang sama juga sedang terjadi di Malaysia dan Jepang. Bedanya, di Jepang terlihat kurva mulai menurun, sedangkan di Malaysia masih berada di puncak gelombang ketiga pandemi.

Berbeda dengan negara-negara lain yang belum mencapai puncak pertama pada Januari 2021, India mengalami puncak pertama pada September 2020. Saat dunia global baru mengalami puncak pertama, India sudah mengalami puncak lonjakan kedua pada April 2021. Indonesia pun telah melewati puncak kedua pada Juli 2021, dan kurvanya sedang terus menurun. Sementara dunia global saat ini sedang mengalami puncak gelombang ketiga.

Iklan MecosinFoto: Mecosin

Waspada Puncak Gelombang Ketiga & Varian Baru COVID-19 Mu dan R1

Dikutip dari laman covid19.go.id, Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengetahui adanya varian baru COVID-19 yaitu Mu (B.162.1) yang ditemukan di Kolombia sejak Januari 2021. Varian Mu telah ditetapkan oleh WHO sebagai varian yang sedang diamati (varian of interest/ VOI) per 30 Agustus 2021 untuk diketahui lebih lanjut tentang indikasi keganasan dan tingkat penyebarannya.

Varian baru lainnya yang juga ditemukan pada Januari 2021 adalah varian R1. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, varian R1 yang ditemukan di Amerika Serikat, Jepang, China, India, dan Eropa bagian barat ini masih tergolong 'variants under monitoring' oleh WHO.

Selain itu, menurut Amesh A. Adalja, MD dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health's Center for Health Security, kecil kemungkinan varian R.1 menyalip varian Delta sebagai mutasi virus Sars-Cov-2 yang paling parah. Mengutip dari Health, Asisten Profesor Peneliti Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern, Ramon Lorenzo Redondo, PhD mengatakan cara terbaik menjaga diri agar aman dari berbagai strain SARS-Cov-2 apa pun adalah dengan mendapatkan vaksinasi lengkap serta menerapkan prokes.

"Kemunculan kembali varian baru seharusnya menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa COVID-19 belum sepenuhnya hilang dari dunia ini. Untuk itu sikap yang paling bijak kita lakukan ialah konsisten menjalankan protokol kesehatan di seluruh aspek kehidupan tanpa harus takut secara berlebihan," demikian disampaikan oleh Wiku.

Iklan MecosinFoto: Mecosin

Cegah Indonesia Alami Puncak Gelombang Ketiga

Wiku menekankan pentingnya belajar dari pola kenaikan kasus selama pandemi berlangsung di Indonesia. Terlebih dengan adanya wacana diizinkannya beberapa kegiatan besar, dan periode Natal dan Tahun Baru 2022 yang semakin dekat.

Jika dibandingkan dengan gelombang pertama yang bertahan 13 minggu, gelombang kedua berlangsung lebih singkat, yaitu selama 8 minggu. Kondisi yang terus membaik ini dikarenakan kondisi peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia segera ditangani. Sehingga kurva menunjukkan kemiringan yang landai, tidak seperti negara lain yang sedang mengalami lonjakan ketiga.

Selain pemerintah terus berupaya mengajak masyarakat untuk divaksin, diperlukan peran aktif masyarakat untuk mempertahankan agar kurva tetap miring melandai dengan melakukan upaya berikut.

  1. Selalu disiplin melakukan prokes 5M sebagai upaya paling mudah dan murah yang bisa dilakukan, meskipun beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan telah dibuka kembali.
  2. Menyadari bahwa kebijakan pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat masih menjadi faktor utama yang mengendalikan situasi pandemi. Hal ini dapat dilihat dari pola lonjakan di Indonesia selama 3 bulan terakhir, yakni kasus mulai turun setelah pembatasan mobilitas maupun kegiatan sosial diberlakukan. Saat pembatasan mulai dilonggarkan, kasus pun meningkat perlahan.
  3. Mengadopsi gaya hidup sehat baru dengan setiap hari rutin berolahraga dan menjaga nutrisi tubuh tetap seimbang dengan mengonsumsi produk suplemen multivitamin. Bagi Anda yang aktif, dinamis, dan masih sering beraktivitas di luar rumah wajib mengonsumsi suplemen vitamin C dan vitamin D3. Pasalnya, dua jenis vitamin ini masuk di daftar urgensi untuk memiliki daya tahan tubuh yang prima di masa pandemi.
Iklan MecosinFoto: Mecosin

Tiada Hari Tanpa Vitamin C dan D3

Bagi Anda yang berada pada usia produktif dan aktif setiap hari, konsumsi suplemen MecoVit-C 500 mg sebagai asupan vitamin C terbaik untuk tubuh. Mengonsumsi MecoVit-C 500 mg, 1 tablet setiap hari setelah makan dapat memastikan daya tahan tubuh terjaga sehingga Anda dapat tetap sehat dan aktif di luar rumah. MecoVit-C 500 mg memastikan Anda dapat tetap aktif menjalankan aktivitas keseharian.

Walau tubuh dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya, tapi ini hanya efektif apabila sinar UV (Ultra Violet) matahari mengenai kulit Anda secara langsung untuk membentuk vitamin D aktif yang disebut vitamin D3. Untuk itu, konsumsi suplemen MecoVit-D3 1000 IU guna memastikan vitamin D dalam tubuh Anda terpenuhi. Cukup konsumsi MecoVit-D3 1000 IU 1 tablet per hari setelah makan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Iklan MecosinFoto: Mecosin

Sediakan selalu MecoVit-C 500 mg dan MecoVit-D3 1000 IU di rumah Anda untuk memastikan kesehatan dan daya tahan tubuh seisi rumah terjaga sempurna. Selain memiliki kemasan yang higienis, MecoVit-C 500 mg dan MecoVit-D3 1000 IU juga memiliki hasil yang nyata dengan harga yang ekonomis. MecoVit-C 500 mg dan MecoVit-D3 1000 IU dapat dibeli di apotek, toko obat, supermarket, minimarket, maupun online shop terpercaya Anda seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, JD.ID, dan Bukalapak.

(Content Promotion/Mecosin)