Rabu, 27 Okt 2021 22:04 WIB

Round Up

Operasi Plastik Gagal Total, Tubuh Wanita Ini Penuh Luka dan Lebam

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi operasi Foto: thinkstock
Jakarta -

Seorang wanita berusia 40 tahun asal Los Angeles menyesal seumur hidup usai prosedur operasi plastik yang dijalaninya gagal total. Tak tanggung-tanggung, ia mengeluarkan biaya sebesar 6.400 USD atau sekitar 90 juta rupiah untuk tiga prosedur yang berbeda di Beverly Hills.

Wanita bernama Sivan Himmelman ini memutuskan melakukan operasi plastik karena merasa tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya. Saat itu, ia hanya ingin mengencangkan bagian bokongnya saja. Tetapi, ahli bedah tempat Sivan melakukan operasi juga menawarkan implan payudara dengan harga yang rendah dan ia menyetujuinya.

Akhirnya Sivan pun melakukan tiga prosedur pada hari yang sama, yaitu pengencangan bokong, sedot lemak, dan operasi payudara. Ia merasa membutuhkannya karena ingin memperbaiki bagian tubuh yang membuatnya tidak nyaman.

"Saya merasa bahwa saya tidak memiliki lekuk tubuh dan pantat saya terlalu kecil - dan saya selalu berharap bisa punya lekuk tubuh yang indah dan terlihat penuh di bagian bawah (bokong). Saya merasa malu dan ingin memperbaiki bentuk tubuh saya," kata Sivan yang dikutip dari The Sun, Rabu (27/10/2021).

"Saya pikir dengan operasi ini bisa memperbaiki bagian tubuh yang membuat saya tidak nyaman, membuat saya semakin percaya diri dan memiliki keberanian untuk menghadapi hidup," imbuhnya.

Prosedur Brazilian Butt Lift

Untuk mengencangkan bokongnya, Sivan melakukan prosedur yang disebut Brazilian Butt Lift. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil lemak di bagian tubuh lainnya dan menyuntiknya ke bokong agar terlihat lebih kencang. Namun, ini termasuk operasi plastik yang paling berbahaya.

Menurut Asosiasi Ahli Bedah Plastik Estetika Inggris (Baaps), operasi ini sangat kompleks. Jika lemak disuntikkan ke pembuluh darah besar, lemak tersebut bisa mengalir ke jantung, otak, paru-paru, dan menyebabkan penyumbatan yang fatal.

"Komplikasi dari tindakan ini meliputi infeksi bakteri parah termasuk MRSA dan Pseudomonas, kematian jaringan (nekrosis), jaringan parut luka pecah (dehiscence), dan abses," kata Baaps.

Saat prosedur dimulai, Sivan mengatakan dirinya tidak memiliki banyak lemak di tubuhnya. Itu membuat ahli bedah yang menanganinya mengambil lemak di area perut paha bagian dalam, lengan, hingga panggul dan memindahkannya ke bagian bokong.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pasca Rekonstruksi Payudara, Apakah Masih Bisa Menyusui?"
[Gambas:Video 20detik]