Rabu, 27 Okt 2021 13:41 WIB

Operasi Bokong-Payudara Gagal Total, Hasil Oplas Wanita Ini Bikin Tercengang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Doctors during surgery on patient in hospital. Surgeons team working at the hospital performing surgical procedure in operating theatre. Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Seorang wanita kini merasa menyesal seumur hidup usai melakukan operasi plastik (oplas) untuk mengubah bentuk tubuhnya. Akibatnya ia kehilangan kepercayaan diri dan sulit untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

Kasus ini berawal saat wanita bernama Sivan Himmelman yang berusia 40 tahun memutuskan untuk melakukan operasi plastik pada tubuhnya. Ia melakukannya di Beverly Hills dengan biaya sebesar 6.400 USD atau sekitar 90 juta rupiah untuk tiga prosedur.

Sivan melakukan pengencangan bokong, sedot lemak, dan operasi payudara. Ketiga prosedur ini dilakukan di hari yang sama agar mendapat bentuk tubuh yang diinginkannya.

"Saya merasa bahwa saya tidak memiliki lekuk tubuh dan pantat saya terlalu kecil - dan saya selalu berharap bisa punya lekuk tubuh yang indah dan terlihat penuh di bagian bawah (bokong). Saya merasa malu dan ingin memperbaiki bentuk tubuh saya," kata Sivan yang dikutip dari The Sun, Rabu (27/10/2021).

"Saya pikir dengan operasi ini bisa memperbaiki bagian tubuh yang membuat saya tidak nyaman, membuat saya semakin percaya diri dan memiliki keberanian untuk menghadapi hidup," imbuhnya.

Awal mula operasi

Awalnya, Sivan hanya ingin mengencangkan bokongnya. Tetapi, dokter ahli bedah tempatnya melakukan operasi ini menawarkan implan payudara dengan harga diskon. Akibat rayuan tersebut, Sivan tidak merasa keberatan dan menambah biaya sebesar 2000 USD atau sekitar 28,3 juta rupiah.

"Saya melakukan konsultasi pada 3 September 2019 dan ahli bedah berhasil memeras saya pada 5 September," ceritanya.

Untuk mengencangkan bokongnya, ia melakukan prosedur Brazilian butt lift atau mengambil lemak yang ada di tubuh dan menyuntiknya ke bokong untuk mempercantik bentuknya. Namun, ini termasuk operasi plastik yang paling berbahaya.

Menurut Asosiasi Ahli Bedah Plastik Estetika Inggris (Baaps), operasi ini sangat kompleks. Jika lemak disuntikkan ke pembuluh darah besar, lemak tersebut bisa mengalir ke jantung, otak, paru-paru, dan menyebabkan penyumbatan yang fatal.

"Komplikasi dari tindakan ini meliputi infeksi bakteri parah termasuk MRSA dan Pseudomonas, kematian jaringan (nekrosis), jaringan parut luka pecah (dehiscence), dan abses," kata Baaps.

Saat prosedur dimulai, Sivan mengatakan dirinya tidak memiliki banyak lemak di tubuhnya. Itu membuat ahli bedah yang menanganinya mengambil lemak di area perut paha bagian dalam, lengan, hingga panggul dan memindahkannya ke bagian bokong.

"Saya juga memiliki implan yang membuat payudara saya berukuran 33 DD, meski saya memintanya lebih kecil," ujarnya.

Bagaimana hasil operasinya? Lanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pasca Rekonstruksi Payudara, Apakah Masih Bisa Menyusui?"
[Gambas:Video 20detik]