Kamis, 28 Okt 2021 08:01 WIB

Kasus Baru di RI Peringkat 7 Se-ASEAN, Lebih Rendah dari Malaysia-Singapura

Ayunda Septiani - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: dok detikcom)
Jakarta -

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas) melaporkan ada penurunan kasus aktif COVID-19 sebanyak 254 dalam kurun waktu Selasa (26/10/2021) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (27/10/2021) pukul 12.00 WIB. Dengan demikian, kasus aktif COVID-19 saat ini menjadi 12.735.

Sebagai informasi, kasus aktif merupakan pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dan saat ini tengah menjalani perawatan.

Berdasarkan data dari Kemenkes, kasus harian COVID-19 di tanah air saat ini dalam tiga hari terakhir menunjukkan tren kenaikan. Per 27 (10/2021) ada tambahan 719 kasus baru, angka ini lebih tinggi dibanding hari sebelumnya yang melaporkan masing-masing 611 kasus dan 460 kasus.

Sementara itu, ada tambahan 944 pasien yang sembuh dari COVID-19 dalam kurun waktu yang sama. Sedangkan yang meninggal akibat COVID-19 bertambah 29 kasus dan menjadi 143.299 kasus.

Tambahan informasi, Indonesia saat ini bebas dari zona merah COVID-19. Berdasarkan Satgas COVID-19 per 24 Oktober 2021, Indonesia juga terbebas dari zona oranye atau risiko sedang COVID-19.

Kabar baiknya, kabupaten dan kota yang masuk zona hijau COVID-19 terus bertambah. Total kini ada 10 wilayah Indonesia yang masuk zona 'bebas' COVID-19.

Wilayah tersebut antara lain, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua, Maluku, Bengkulu.

Berdasarkan pantauan dari Worldometer per Kamis (28/10/2021) pukul 7.44 WIB, berikut peringkat kasus baru se ASEAN.

  • Thailand 8.452 kasus
  • Malaysia 6.148 kasus
  • Singapura 5.324 kasus
  • Vietnam 4.411 kasus
  • Filipina 3.218 kasus
  • Laos 733 kasus
  • Indonesia 719 kasus
  • Sri Lanka 690 kasus
  • Brunei 115 kasus
  • Timor leste 7 kasus


Simak Video "Temuan Seputar Varian Omicron yang Perlu Jadi Perhatian"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)