Selasa, 02 Nov 2021 11:28 WIB

SBY Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Kenali Gejalanya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono didiagnosis mengidap kanker prostat. SBY didiagnosis kanker prostat berdasarkan sejumlah hasil pemeriksaan.

"Adalah benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer)," kata Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan, dalam keterangannya, Selasa (2/11/2021).

Disebutkan, SBY menjalani sejumlah pemeriksaan seperti MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) pemeriksaan yang lain. Kanker prostat yang diidap SBY masih berada di tahap awal.

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dialami pria. Kanker prostat yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang terbaik untuk pengobatan yang berhasil.

Gejala

Dikutip dari laman Cancer, kanker prostat mungkin tidak menimbulkan tanda atau gejala pada tahap awal. Gejala awal kanker prostat meliputi:

  • Sulit buang air kecil
  • Urine sedikit
  • Kencing berdarah
  • Sakit tulang
  • Penurunan berat badan drastis
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil di malam hari

Penyebab

Ada berbagai macam faktor risiko kanker prostat, di antaranya sebagai berikut:

1. Usia tua

Risiko terkena kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Karenanya, kanker ini kerap ditemukan di atas usia 50 tahun.

2. Riwayat keluarga

Jika kerabat, seperti orang tua, saudara kandung atau anak, didiagnosis mengidap kanker prostat, risiko terkena tentu meningkat. Sama seperti orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gen dengan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko kanker prostat juga mungkin lebih tinggi.

3. Obesitas

Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan yang sehat, meskipun penelitian memiliki hasil yang beragam. Pada orang gemuk, kanker lebih cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk kembali setelah pengobatan awal.

(kna/up)