ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Nov 2021 08:58 WIB

India Dibuka buat Turis Asing, Pakar Wanti-wanti Tsunami COVID-19 Balik Lagi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Traditional yellow green tuk tuk taxi on the street. Indian public transport on the streets of new Delhi. Pakar ingatkan ancaman COVID-19 di India (Foto: Getty Images/iStockphoto/Diy13)
Jakarta -

Setelah 18 bulan ditutup, mulai 15 Oktober 2021 India kembali membuka perbatasannya untuk turis asing yang sudah menerima dosis lengkap vaksin COVID-19. Pakar waspada hal ini bakal memicu gelombang baru COVID-19, mengingat India sempat diterpa gelombang Corona besar-besaran beberapa bulan lalu.

Kementerian Dalam Negeri menyebut visa turis akan dikeluarkan untuk pendatang dengan penerbangan carteran terlebih dahulu. Pelancong dengan penerbangan komersial baru akan mulai mendapatkan persetujuan visa mereka mulai November.

"Wisatawan asing yang masuk ke India dengan penerbangan selain pesawat sewaan hanya dapat melakukannya mulai 15 November, dengan Visa Turis baru," tertulis dalam pernyataan Kementerian Dalam Negeri, dikutip dari The Indian Express, Rabu (3/11/2021).

Sampai saat itu, hanya penerbangan kargo khusus dan penerbangan komersial yang disepakati dalam pakta gelembung udara bilateral yang akan beroperasi.

Peringatan pakar soal gelombang baru COVID-19

Pasca terpaan gelombang kedua COVID-19 yang menghancurkan India secara brutal, tingkat vaksinasi India tercatat meningkat sembari jumlah kasus berhasil ditekan.

Baru-baru ini, India juga mencatat satu miliar dosis vaksin COVID-19 yang sudah diberikan. Lebih dari 30 persen populasi telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap.

Di samping itu, Dewan Riset Medis India (ICMR) memperingatkan soal potensi kembalinya lonjakan kasus COVID-19 jika protokol kesehatan tak diterapkan secara ketat seiring dibukanya pembatasan bagi turis asing.

"Peningkatan kepadatan penduduk yang tiba-tiba karena turis yang datang atau jemaah massal karena alasan sosial, politik atau agama dapat memperburuk skenario gelombang ketiga," tegas ICMR.

Badan tersebut telah menyarankan pengawasan ketat di daerah berisiko. Selain itu, ICMR juga menginginkan prosedur pengujian yang ketat untuk menghindari lonjakan kasus.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT