Rabu, 03 Nov 2021 13:47 WIB

Aturan Syarat Perjalanan Pakai PCR Gonta-ganti Melulu, Pemerintah Buka Suara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Syarat Perjalanan Mobil Pribadi Jarak Jauh Terbaru, Cek di Sini Alasan pemerintah terus gonta-ganti syarat perjalanan pakai PCR. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah buka suara soal syarat perjalanan di masa PPKM yang dinilai labil karena kerap berubah. Seperti diketahui, syarat wajib PCR di pesawat yang tadinya diterapkan untuk perjalanan keluar-masuk Jawa Bali kini dicabut.

Begitu juga dengan syarat perjalanan via darat maksimal perjalanan 250 km yang mewajibkan PCR atau antigen, aturan itu juga belakangan dihapus. Menurut juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, pemerintah selalu mengevaluasi aturan secara berkala setiap minggu.

Aturan yang ada disesuaikan dengan hasil evaluasi bersama seluruh lembaga dan kementerian. Bukan tanpa alasan, tujuan perubahan aturan ini demi menekan kasus COVID-19 lebih terkendali, meskipun trennya terus menurun.

"Tujuan utamanya ini sebenarnya agar kasus COVID-19 di Indonesia ini bisa tetap kita kendalikan dan kalau memungkinkan lebih baik," ungkap dia dalam konferensi pers Rabu (3/11/2021).

"Kita tetap harus waspada dan hati-hati dan untuk itu memang dibutuhkan instrumen dan peraturan-peraturan yang membuat situasi tetap kondusif," sambungAdita.

Sementara Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting mengingatkan risiko kenaikan kasus COVID-19 masih ada, terlebih varian dan subvarian Delta juga tengah menyebar ke negara Eropa hingga negara tetangga.

Indonesia juga masih memiliki catatan cakupan vaksinasi, khususnya di kelompok berisiko seperti lansia. Maka dari itu, pemerintah perlu mengerem mobilitas yang kembali meningkat di tengah relaksasi demi pemulihan ekonomi.

Apalagi, ketentuan seat distancing di perjalanan transportasi semakin longgar. Hal ini yang kemudian menjadi catatan pemerintah untuk mengetatkan aturan.

"Tetapi yang menjadi catatan kita adalah level transmisi di komunitas itu masih ada walaupun rendah dan kecil maka harus ada atensi kita secara keseluruhan supaya pandemi ini terkontrol," beber Alex.

"Mobilitas tinggi, jadi mesti ada yang ngerem, yang ngerem tentu regulasi, kepatuhan pengendalian harus dipantau terus. Kendati pun aturan sering berubah dan direvisi itu karena dinamika infeksi tersebut, kita ketahui bahwa semua ini yang selalu berubah menyesuaikan dengan dinamika yang ada," pungkas Alex terkait syarat perjalanan.



Simak Video "Catat! Poin Terbaru dalam Syarat Perjalanan Selama Nataru"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)