ADVERTISEMENT

Kamis, 04 Nov 2021 12:00 WIB

Dikira Cuma Bisul, Wajah Remaja Ini Kini Dipenuhi Koreng Berlubang dan Nyeri

Vidya Pinandhita - detikHealth
Abscess under the chin, area of suppuration. Collection of pus that has built up within the tissue of the body. Ilustrasi bisul. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Kirsten Cowell, seorang perempuan berusia 19 tahun asal Inggris, tak menyangka bisul di wajahnya tiga bulan lalu kini menjadi lubang-lubang sedalam 2 cm yang bernanah, ditutupi koreng cokelat, dan nyeri. Ia pikir, bisulnya akan hilang dengan sendirinya.

Ia sempat ingin mengikuti kursus merias kuku. Namun kini, ia mengurung diri di rumah karena sakit luar biasa di wajahnya. Bahkan untuk mengunyah pun Kristen kesakitan, sampai hanya bisa memakan makanan lembut seperti yogurt, sup, dan es krim.

Karena penampilannya kini, Kristen juga memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pacarnya yang sudah berjalan dua tahun.

"Mereka melihat saya seperti saya telah ditikam di wajah. Saya terus-menerus merasakan sakit yang luar biasa bahkan jika saya menggerakkan bagian mana pun dari wajah atau kepala saya," kata Kristen, dikutip dari Mirror News UK, Kamis (4/11/2021).

"Sehari-hari saya hanya mengatasi rasa sakit dan mencoba mengelola rembesan. Saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Saya harus pindah kembali ke rumah ibu saya karena saya membutuhkan perawatan," lanjutnya.

Ibunya, Allison, menduga Kristen menderita pyoderma gangrenosum (PG), yang menyebabkan luka terbuka tumbuh di seluruh tubuh, membusukkan kulit dan jaringan.

Ia mengkonsumsi obat antibiotik dan steroid. Kristen juga sempat menjalani operasi pada Jumat lalu untuk menghilangkan 18 koreng di wajah dan membersihkan lukanya.

Wajahnya perlu dibalut dengan perban sekali sehari dan ibu Allison membungkus bantal tidurnya dengan bantalan anak anjing sehingga nanah tidak bisa merembes. Kristen juga menjadi takut mandi karena takut air bakal membuat sakitnya menjadi-jadi.

"Sudah tiga bulan neraka. Kepercayaan dirinya telah turun. Dia tidak ingin berada di sini, dia bunuh diri, depresi dan dia tidak ingin hidup dan saya tidak menyalahkannya," kata Allison.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT