Jumat, 05 Nov 2021 18:57 WIB

Doctor's Life

Kecantikan di Mata dr Kusuma Puteri, Cucu Pendiri Mustika Ratu

Vidya Pinandhita - detikHealth
dr Kusuma Puteri cucu Mooryati Soedibyo dr Kusuma Puteri (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Semangat Mooryati Soedibyo tak berhenti di bisnis kosmetik naungannya, Mustika Ratu. Semangat serupa ia turunkan pada cucu perempuannya, dr Kusuma Puteri, yang kini berprofesi sebagai dokter kecantikan. Berawal dari ambisi, kenapa sang cucu memilih jadi dokter kecantikan?

Di matanya, cantik tak melulu soal penampilan, melainkan juga hal-hal yang ada di dalam diri seperti kesehatan organ-organ, kesehatan mental, hingga rasa nyaman dan percaya dengan diri sendiri.

"Kenapa ingin jadi dokter kecantikan? Sepanjang aku sekolah kedokteran, selain aku belajar teori, aku juga belajar soal empati kepada pasien. Aku melihat di kecantikan kamu nggak hanya fokus terhadap fisik luar, tapi kamu juga fokus terhadap kesehatan dalam," terangnya saat ditemui detikcom di tempatnya berpraktik, Ambrosia Klinik dan Estetik, Bekasi, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya, setiap perempuan cantik dengan karakternya masing-masing atau personalized beauty. Sayangnya, kini banyak perempuan berfokus pada bentuk fisik tertentu dalam mendefinisikan cantik.

dr Kusuma Puteri cucu Mooryati Soedibyodr Kusuma Puteri, cucu pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

Walhasil, perempuan jadi berlomba-lomba untuk menjadi cantik seperti orang lain. Padahal tak perlu menjadi orang lain, apa yang sudah ada pada dirinya sendiri pun bisa dikembangkan dan dirawat.

Ia berharap dengan bekerja di ranah kecantikan, ia bisa menyalurkan empatinya untuk membantu orang-orang. Khususnya, dalam menjaga kesehatan luar dan dalam seperti membangun kembali rasa percaya diri dengan kesadaran bahwa pasien tersebut cantik sebagai dirinya sendiri.

"(Kesehatan dalam) dalam artian kepercayaan diri, kesehatan mental, dan aku merasa kalau ingin menyembuhkan atau membawa perubahan di hidup pasien, kamu harus memberikan efek yang holistik," ujar dokter yang kini berusia 25 tahun tersebut.

"Jadi mungkin membuat dia merasa lebih percaya diri, secara luar fisik saat dia ngaca dia merasa 'oh bagus nih'. Dalam hati dia merasa menjadi diri sendiri," pungkas dr Puteri.



Simak Video "Dokter China Tewas Karena Virus Monkey B, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)