Minggu, 07 Nov 2021 16:08 WIB

Mengenal Bupropion dan Varenicline, Obat Berhenti Merokok yang Disetujui WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi obat Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyetujui dua jenis obat untuk terapi berhenti merokok. Bupropion dan varenicline pada 1 Oktober 2021 secara resmi masuk dalam Essential Medicines List (EML) atau daftar obat-obatan wajib dari WHO.

"Obat-obatan baru ini mengurangi dorongan orang terhadap nikotin tanpa harus memberi alternatifnya. Dengan cara ini seseorang bisa berhenti mengonsumsi tembakau dan mengurangi ketergantungan terhadap nikotin," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Minggu (7/11/2021).

Sebelum bupropion dan varenicline masuk dalam daftar, WHO hanya menyebut terapi nikotin sebagai obat berhenti merokok yang wajib ada. Terapi nikotin melibatkan Terapi ini melibatkan pemberian nikotin dalam bentuk alternatif, misalnya permen karet, yang perlahan dosisnya dikurangi sampai seseorang bisa mengendalikan kecanduannya.

"Bupropion dan varenicline telah terbukti menjadi cara yang aman dan efektif untuk berhenti merokok bagi pengguna yang sulit berhenti hanya dari konseling atau saran singkat saja," lanjut WHO.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta bupropion dan varenicline:

1. Bukan obat baru

Meski baru dimasukkan WHO dalam EML, bupropion dan varenicline sebetulnya sudah lama digunakan dalam dunia medis.

Bupropion awalnya dikembangkan sebagai obat antidepresi dan mendapat izin pertama di Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1980-an. Sementara varenicline sejak awal dikembangkan sebagai obat untuk mengatasi kecanduan rokok dan pertama kali mendapat izin di AS pada tahun 2006.

2. Cara kerja berbeda

Bupropion diketahui bekerja dengan cara mengurangi keparahan efek kecanduan, seperti depresi, perasaan tidak enak, mudah marah, sulit konsentrasi, dan mudah lapar saat seseorang berhenti merokok. Sementara varenicline bekerja di otak dengan cara menghambat efek menyenangkan yang dihasilkan otak saat merokok.

3. Efek samping

Penggunaan bupropion dan varenicline disebut harus berdasarkan resep atau petunjuk dokter. Ini karena kedua obat tersebut bisa memiliki efek samping yang cukup serius.

Dikutip dari MedlinePlus, berikut efek samping yang mungkin dipicu oleh bupropion:

Mual
Muntah
Cemas
Sakit kepala
Mulut kering
Kejang
Kebingungan
Halusinasi
Detak jantung tak beraturan

Sementara efek samping varenicline meliputi:

Mual
Muntah
Konstipasi
Diare
Nyeri perut
Sakit kepala
Lemas
Nyeri di tangan, punggung, leher, atau rahang
Kejang
Kebas
Tidur berjalan

Baca juga: Varenicline


Simak Video "Dukungan Orang Terdekat Jadi Upaya Terbaik untuk Berhenti Merokok"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)