Senin, 08 Nov 2021 12:14 WIB

RI Beli 600 Ribu-1 Juta Tablet Obat COVID-19 Molnupiravir, Harga di Bawah Sejuta!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Molnupiravir: Pil antivirus eksperimental untuk pasien Covid terbukti kurangi kematian dan perawatan di rumah sakit Indonesia bakal beli obat Molnupiravir, 600 ribu hingga satu juta tablet siap Desember mendatang. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap harga obat oral COVID-19 pertama, Molnupiravir. Disebutkan, harganya di bawah satu juta rupiah.

Seperti diketahui, obat besutan farmasi Amerika Serikat, Merck and Co ini efektif pada pasien COVID-19 gejala ringan hingga sedang. Dosis yang diberikan 2 x 800 mg selama 5 hari.

Artinya, dalam satu siklus terapi, butuh 40 tablet oral 200 mg. Obat Molnupiravir terbukti memangkas risiko rawat inap hingga kematian sampai 50 persen, dan teruji ampuh pada varian Delta, Gamma, dan Mu.

"Dan ini hitung-hitungan kami antara 40 sampai 50 US dolar, jadi nggak terlalu mahal, di bawah satu juta," beber Menkes Budi, Senin (8/11/2021).

"Kemarin saya sudah ke Amerika deal dengan Merck rencananya kita akan beli dulu sementara ya 600 sampai 1 juta tablet, bulan Desember," sambung dia.

Ketersediaan obat Molnupiravir sebagai antisipasi lonjakan kasus COVID-19, di tengah prediksi gelombang ketiga COVID-19 jelang Natal dan Tahun Baru.

"Jadi mempersiapkan diri, mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kalau terjadi setidaknya kita punya stok obatnya dulu," pungkas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyebut perizinan obat Molnupiravir tengah berproses, untuk melihat lebih dulu hasil lengkap uji klinis obat oral COVID-19 pertama di dunia tersebut.

"Akan berproses di Indonesia tentunya kita bergembira adanya obat Molnupiravir. Ke depan ada kesempatan untuk kita melakukan produksi sendiri," beber dia.

"BPOM juga sudah dihubungi oleh beberapa yang sudah mendapat menjadi fasilitas produksi yaitu dari India salah satunya yang akan mendaftarkan untuk Molnupiravir ini," pungkas Penny.



Simak Video "Ketentuan FDA Terkait Penggunaan Molnupiravir untuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)