ADVERTISEMENT

Senin, 08 Nov 2021 22:26 WIB

Round Up

Booster Vaksin Corona Gratis Cuma untuk Peserta BPJS, Pakai Merek Apa?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Warga di Dieng Batur, Banjarnegara, antusias ikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 massal. Seperti diketahui, vaksinasi gencar dilakukan demi capai herd immunity. Vaksin COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksinasi booster akan dimulai saat sasaran target vaksinasi COVID-19 lengkap menembus 50 persen. Kelompok prioritas penerima vaksinasi booster adalah para lansia.

Hal ini berdasarkan perhitungan risiko COVID-19 rawat inap hingga kematian. Kelompok lansia menjadi paling rentan terpapar hingga bergejala berat, case fatality rate mereka tertinggi ketimbang kelompok usia lain.

"Rencana ke depannya kita sudah bicarakan dengan bapak presiden, pertama prioritasnya lansia dulu, karena berisiko tinggi," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021).

Kabar baiknya, bagi penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan, vaksinasi booster bakal diberikan secara gratis. Sementara lainnya, vaksinasi booster ditetapkan berbayar, tetapi bisa memilih jenis vaksin COVID-19 yang diinginkan.

"Kedua akan ditanggung oleh negara itu yang PBI, jadi mohon maaf bapak dan ibu anggota DPR yang memang penghasilan cukup nanti kita minta bayar sendiri, dan nanti akan dibuka boleh pilih sendiri mau yang mana," sambung dia.

Vaksinasi booster memangnya pakai merek apa?

Budi menegaskan para pakar tengah menganalisis jenis vaksin COVID-19 yang diberikan untuk booster. Ada dua pilihan, yaitu homologus atau heterologus.

"Kita juga sekarang sedang melakukan uji klinis dengan teman-teman dari perguruan tinggi apakah sama atau campur. Jadi istilahnya homologus atau heterologus. Diharapkan akhir Desember ini bisa selesai," bebernya dalam kesempatan yang sama.

"Contohnya Sinovac-Sinovac-Sinovac, dibandingkan dengan Sinovac-Sinovac-AstraZeneca, dibandingkan Sinovac-Sinovac-Pfizer. Ini akan menjadi salah satu di dunia," sambung Menkes.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Masuk Mal, Begini Respons Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT