ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Nov 2021 10:01 WIB

Tarif Terus Berubah, Bisakah Tes PCR Digratiskan? Ini Kata Menkes

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan testing dan tracing di permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Corona. Bisakah tes PCR digratiskan? Begini jawaban Menkes Budi. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menanggapi adanya usulan agar tes polymerase chain reaction (PCR) untuk masyarakat umum bisa digratiskan. Meski selama ini ada tes PCR gratis untuk diagnosis dan contact tracing, Menkes Budi mengatakan tes PCR atas kemauan sendiri sulit untuk direalisasikan.

Menurutnya, untuk saat ini tidak ada anggaran yang cukup jika tes PCR ini akan digratiskan untuk masyarakat umum, terutama terkait syarat perjalanan.

"Memang anggarannya tidak ada di kita sekarang, jadi untuk tahun ini agak sulit. Karena kita tidak memiliki anggaran untuk itu," jawab Menkes Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (8/11/2021).

Menkes Budi mengungkapkan kebijakan tes PCR gratis sudah dilakukan untuk kelompok masyarakat tertentu. Tes ini digratiskan untuk mereka yang berstatus kontak erat dan suspek COVID-19 yang dilakukan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

"Itu sudah digratiskan untuk suspek dan kontak erat. Jadi, testing PCR yang sifatnya epidemiologis yang dilakukan di puskesmas itu memang ditanggung oleh negara," kata dia.

"Memang kebijakan PCR, kalau boleh saya sampaikan kebetulan kami juga terlibat sejak awal, memang perubahannya terus terang drastis. Kita menyadari bahwa mungkin dalam hal penyampaiannya ke publik perlu kita sempurnakan," katanya.

Menkes Budi menjelaskan alasan mengapa tarif tes PCR terus berubah. Klik ke halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Waspada Libur Nataru, Luhut Kaji Kebijakan PCR untuk Perjalanan

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT