ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Nov 2021 12:30 WIB

Tes PCR di RI Nggak Bisa Gratis Nih, Pak Menkes?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah Ilustrasi tes COVID-19. Foto: detik
Jakarta -

Menghadapi harga tes COVID-19 PCR yang beberapa kali berubah, sejumlah orang menyuarakan tes PCR perlu digratiskan. Terlebih beberapa waktu silam, sempat ramai pelaku perjalanan domestik via udara wajib melakukan tes PCR lebih dulu dengan harga yang relatif mahal. Begini lho penjelasan Menkes soal harga tes PCR yang berubah-ubah melulu.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut perubahan harga dan cara tes PCR di Indonesia dipengaruhi perubahan drastis di dunia. Ia menyebut pada pemesanan alat PCR pertama di Maret 2020 kala dirinya masih menjadi Wakil Menteri BUMN, RI sempat kesulitan mendapat alat PCR Roche.

"Dalam sejarahnya kemudian kita membeli sendiri mesinnya yang lebih kecil, lebih murah dan kita bagikan ke seluruh rumah sakit BUMN dan perguruan tinggi di Indonesia sehingga harganya bisa turun," ujarnya dalam Rapat Kerja DPR RI Komisi IX bersama Menteri Kesehatan RI, Senin(8/11/2021).

"Saya ingat awalnya masih 2 juta kalau mau dites PCR. Kita 3 bulan kemudian menemukan perusahaan-perusahaan dari China yang bisa memberikan alat dan reagen lebih murah," sambungnya.

Menurutnya, penentuan harga tes PCR di Indonesia pun tak dilakukan sembarangan, melainkan berbasis pendapat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Dalam sejarahnya harga itu terus terus-menerus menurun dan bagaimana proses penentuan harga di kami? Setiap kali menentukan harga Kemenkes yang menentukan tapi kita minta opini BPKP karena BPKP yang bisa melakukan review independen terhadap kisaran harga sehingga kami diberikan kisaran harga yang menurut mereka wajar," terangnya.

Ia menyebut selama menjabat Menteri Kesehatan sejak 23 Desember 2020, ia sudah 2 kali melakukan perubahan harga tes PCR. Pertama kali ditekan menjadi Rp 475 ribu, kedua kali ditekan ke Rp 275 ribu dan Rp 300 ribu.

"Itu semua berbasis advice atau masukkan BPKP dan itu yang kita gunakan. Memang BPKP sendiri sendiri usulannya berubah karena kondisi pasarnya berubah. Makin ke sini makin banyak yang produksi sehingga biaya cost-nya makin lama makin turun," pungkas Menkes.



Simak Video "200 Kasus Covid-19 'Ganas' di Beijing Teridentifikasi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT