Selasa, 09 Nov 2021 15:40 WIB

Bio Farma Lirik Aturan Singapura: Tolak Vaksin, Biaya COVID Bayar Sendiri

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Para pekerja dan warga mengantre vaksin Covid-19 di One Bell Park Mall, Jakarta, Sabtu (4/9/2021). Vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat pembentukan herd immunity di Indonesia. Vaksin Corona. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyinggung aturan baru pemerintah Singapura, tidak lagi menanggung biaya penanganan COVID-19 bagi warganya yang menolak divaksinasi.

"Pemerintah Singapura memberikan aturan baru, masyarakat yang layak mendapat vaksin tapi mereka menolak untuk divaksin, pada saat mereka terkena virus ini, mereka tidak akan dibayarkan pemerintah," katanya di rapat bersama Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (9/11/2021).

Honesti mengatakan saat ini tantangan vaksinasi bukan lagi pada pasokan atau jumlah stoknya, tetapi keinginan dari masyarakat. Masih banyak yang menolak divaksinasi meski stok dan aksesnya cukup juga gratis.

"Ini suatu inisiatif dari pemerintah Singapura, saya tidak tahu apakah di Indonesia juga menarik, sehingga orang jadi ter-encourage untuk mau vaksin," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan pemerintah Singapura berencana menghentikan subsidi rumah sakit dan perawatan COVID-19 bagi pasien yang menolak vaksin. Aturan ini akan berlaku untuk pasien COVID-19 yang memenuhi syarat untuk vaksinasi tetapi memilih untuk tidak melakukannya.

Sementara pasien COVID-19 yang tidak divaksinasi karena alasan khusus masih dapat memanfaatkan pengaturan pembiayaan perawatan kesehatan reguler untuk membayar tagihan mereka jika berlaku.

"Saat ini, orang yang tidak divaksinasi merupakan mayoritas yang cukup besar dari mereka yang membutuhkan perawatan rawat inap intensif, dan secara tidak proporsional berkontribusi pada beban sumber daya perawatan kesehatan kita," kata Depkes dikutip dariCNA, Selasa (9/11/2021).



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)