Selasa, 09 Nov 2021 16:00 WIB

50 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Varian Delta Tiap 90 Hari

Jihaan Khoirunnissa - detikHealth
Rusia mencatat varian terbaru COVID-19 yang dinamakan AY.4.2. Varian Corona ini diketahui pertama kali ditemukan di Inggris. Foto: AP Photo-Tak Cuma Inggris, Varian Terbaru 'Delta Plus' AY.4.2 Juga Ada di Rusia
Jakarta -

Sudah hampir 2 tahun pandemi COVID-19 melanda dunia. Per Senin (8/11) dikabarkan kasus global COVID-19 menembus angka 250 juta kasus.

Kenaikan ini dipicu rekor wabah yang terjadi di beberapa negara Eropa Timur. Mengutip laman resmi CNBC, analisis Reuters mencatatkan rata-rata jumlah harian kasus telah turun 36 persen selama 3 bulan terakhir.

Kendati demikian, virus masih menginfeksi 50 juta orang di seluruh dunia setiap 90 hari karena varian Delta yang sangat menular. Sebaliknya, butuh hampir satu tahun untuk mencatat 50 juta kasus pertama.

"Kami pikir antara sekarang dan akhir 2022, ini adalah titik di mana kami mengendalikan virus ini, di mana kami dapat secara signifikan mengurangi penyakit parah dan kematian," kata ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria Van Kerkhove, awal November lalu.

Sementara itu, Eropa Timur memiliki tingkat vaksinasi terendah di kawasan ini. Lebih dari setengah dari semua infeksi baru yang dilaporkan di seluruh dunia berasal dari negara-negara di Eropa. Setiap empat hari tercatat ada satu juta infeksi baru muncul.

Sedangkan beberapa wilayah Rusia akan memberlakukan pembatasan tambahan atau memperpanjang penutupan tempat kerja setelah negara tersebut mencatat kematian akibat Corona.

Di Jerman dengan tingkat vaksinasi jauh lebih tinggi, namun tingkat infeksi naik ke level tertinggi sejak awal pandemi. Bahkan dokter menyarankan agar menunda operasi yang dijadwalkan dalam beberapa minggu mendatang untuk mengatasi lonjakan kasus.

Sebaliknya, Jepang tidak mencatat kematian harian akibat COVID untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun pada Minggu. Diketahui pelaksanaan vaksinasi telah mencakup lebih dari 70 persen dari populasi di Jepang.

China, negara terpadat di dunia tempat pandemi pertama kali dimulai memberikan sekitar 8,6 juta dosis vaksin pada Minggu, sehingga jumlah total dosis yang diberikan menjadi 2,3 miliar. Beberapa pemimpin dunia telah menekankan perlunya meningkatkan program vaksinasi, terutama di negara-negara termiskin.

Berdasarkan data Our World in Data, lebih dari setengah populasi dunia belum menerima dosis tunggal vaksin. Angka tersebut turun menjadi kurang dari 5% di negara-negara berpenghasilan rendah.



Simak Video "Seputar Varian 'Delta Plus' AY.4.2 yang Tengah Diinvestigasi Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)