ADVERTISEMENT

Rabu, 10 Nov 2021 05:00 WIB

5 Fakta di Balik Aturan Baru Singapura, Tolak Vaksin Corona Bayar RS Sendiri!

Astika - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Mulai 8 Desember 2021, Singapura akan memberlakukan aturan tegas menindak warganya yang menolak divaksinasi atas pilihan sendiri. Biaya perawatan mereka tidak lagi ditanggung pemerintah.

Selama ini, pemerintah telah menanggung tagihan medis COVID-19 untuk semua warga Singapura, termasuk penduduk tetap, dan pemegang izin jangka panjang. Kecuali mereka yang positif COVID-19 sepulang perjalanan ke luar negeri.

Berikut fakta aturan baru menolak vaksinasi di Singapura, dirangkum dari beragam sumber.

1. Masih ada 14 persen warga yang belum divaksin

Dengan total penduduk 5,6 juta, 85 persen populasi Singapura telah mendapatkan dosis penuh vaksin COVID-19, 86 persen sudah mendapatkan dosis pertama, dan 18 persen lainnya sudah mendapatkan vaksin booster, dikutip dari Kementerian Kesehatan Singapura (data per 7 November 2021).

Namun, untuk populasi yang memenuhi syarat, program vaksinasi telah terlaksana sebanyak 95 persen dengan setidaknya memperoleh vaksin dosis pertama.

2. Pasien ICU banyak belum divaksin

Alasan diberlakukannya peraturan ini adalah Kementerian Kesehatan Singapura menemukan banyak laporan pasien COVID-19 yang dirawat di unit perawatan intensif adalah mereka yang belum divaksin.

"Saat ini, orang yang tidak divaksinasi merupakan mayoritas yang cukup besar dari mereka yang membutuhkan perawatan rawat inap intensif," kata Kementerian Kesehatan dikutip dari CNA, Selasa (9/11/2021).

3. Menolak divaksinasi membayar biaya RS sendiri

Guna menanggulangi populasi yang menolak divaksin padahal memenuhi persyaratannya, pemerintah memberlakukan aturan jika mereka tertular COVID-19 maka biaya perawatan harus dibayar sendiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT