Rabu, 10 Nov 2021 06:00 WIB

Indonesia Mau Meniru Singapura? Tolak Vaksin Corona, Bayar RS Sendiri

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Warga di Dieng Batur, Banjarnegara, antusias ikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 massal. Seperti diketahui, vaksinasi gencar dilakukan demi capai herd immunity. Kemenkes RI respons soal usulan aturan baru Singapura, menolak vaksin COVID-19 wajib bayar RS sendiri.(Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI tidak menutup kemungkinan penerapan kebijakan tegas bagi penolak vaksin COVID-19 seperti di Singapura. Mereka yang sengaja enggan divaksinasi bukan karena alasan medis, tidak lagi ditanggung pemerintah dalam pembiayaan perawatan rumah sakit.

Meski menuai pro-kontra, tidak sedikit pihak yang setuju hal serupa diterapkan di Indonesia. Salah satunya diungkapkan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

"Ini suatu inisiatif dari pemerintah Singapura, saya tidak tahu apakah di Indonesia juga menarik, sehingga orang jadi ter-encourage untuk mau vaksin," beber Honesti dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Selasa (9/11/2021).

Sementara, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan aturan tersebut bisa saja menjadi kebijakan baru yang diterapkan di Indonesia. Namun, skenario yang tengah disiapkan disebut dr Nadia adalah klaim pembiayaan pasien COVID-19 yang terintegrasi dengan INACBG Jaminan Kesehatan Nasional.

"Ini bisa menjadi salah satu masukan untuk kebijakan kita ke depan. Saat ini skenario yang sudah disiapkan adalah untuk klaim penanganan pasien COVID-19 sudah diintegrasikan dengan metode pembiayaan INACBG JKN," beber dia saat dihubungi detikcom Selasa (9/11/2021).

"Dan mekanismenya akan dibiayai melalui skema pembiayaan yang ada ya, kalau dia adalah anggota JKN atau melalui pembiayaan asuransi lainnya," beber dr Nadia.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)